SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA-Aksi buruh blokir jalan lebih dari satu hari, dinilai dapat mengganggu iklim investasi di Kabupaten Tangerang. Hal itu disampaikan Suripto, perwakilan Apindo Kabupaten Tangerang kepada Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pada Rapat Kerja Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Kabupaten Tangerang yang berlangsung di Ruang Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD), Pusat Pemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (15/12/2021).
“Terkait mengenai persoalan kenaikan UMK yang disikapi buruh dengan aksi unjuk rasa begitu masif setiap hari, benar, sangat mengganggu iklim investasi di Kabupaten Tangerang. Bahkan owner perusahaan (tempat kerja) saya sampai menanyakan persoalan ini, ada apa berlarut-larut,” ujar Suripto kepada Bupati Zaki yang memimpin Rapat LKS Tripartit Kabupaten Tangerang didampingi Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Beni Rachmat.
“Kami berharap dalam LKS Tripartit Kabupaten Tangerang ini ada solusi, agar serikat pekerja dan perusahaan lebih harmonis. Khususnya dalam penyampaian apirasinya, (buruh) tidak lagi menutup Jalan Raya Serang,” imbuh Suripto.
Perwakilan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam rapat tersebut, Itoillah menjelaskan, bahwa aksi turun ke jalan itu merupakan pilhan terakhir buruh. Pihak SP/SB sudah berupaya maksimal persuasif. Namun, buruh kecewa karena ada janji hasil kesepakatan dengan Gubernur Banten yang tidak ditepati.
“Kita pernah ada audiensi bahwa beliau (Gubernur Banten) menjanjikan atas dasar rekomendasi dari buruh, namun janji tidak ditepati. Untuk itu, saya perwakilan dari serikat buruh yang juga bagian dari LKS berharap ada solusi dari persoalan ketenagakerjaan melalui LKS Tripartit Kabupaten Tangerang,” tukasnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menegaskan, pihaknya tidak melarang SP/SB untuk menyampaikan aspirasi berupa saran atau kritikan di sektor tenaga kerja kepada Pemkab Tangerang.
Baca Juga: Disnaker Kabupaten Tangerang Matangkan Pembentukan Tim Deteksi Dini Kerawanan Ketenagakerjaan
“Yang penting jangan menganggu ketertiban umum, karena menganggu iklim investasi. Apalagi saat ini Pemkab Tangerang sedang mencoba menarik investasi untuk industri hingga manufaktur, diharapkan berjalan dengan baik. Ini upaya menekan angka penganguran hingga akhir tahun ini sudah 239.788,” jelasnya.
Lanjut Bupati Zaki, bahwa Pemkab Tangerang sudah membangun Taman Aspirasi yang bisa menjadi SP/SB menyampaikan aspirasi. “Tidak perlu lagi menutup jalan tol atau jalan raya. Cukup menyampaikan aspirasi dengan baik disitu tanpa mengganggu ketertiban umum. Kami (Pemmab) coba menerima dengan baik dan coba memperjuangkannya, walaupun tidak sempurna. Tapi kami coba mencari jalan keluar agar persoalan tidak berlarut-larut,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Zaki juga berharap agar peran dan fungsi LKS Tripartit dapat meningkat, sehingga bukan menjadi wadah perselisihan, tetapi menjadi wadah jalan keluar yang solutif yang diterima dua pihak.
“Walaupun tidak memuaskan, kemudian juga memberikan saran dan pendapat untuk mengatasi berbagai macam permasalahan. Kalau ada masalah dilempak ke Gubernur langsung, ngapain LKS Tripartit Kabupaten Tangerang dibikin. Semoga kedepan suasana dan situasi umum di Kabupaten Tangerang lebih kondusif,” tandasnya. (aditya)
























