SATELITNEWS, LEBAK—Pusat Kesehatan Masyarakat Cijaku Kabupaten Lebak mencatat hingga Minggu (23/01/2022) siang ada sebanyak 171 orang warga Kecamatan Cijaku, dengan gejala yang dialami muntah, pusing dan diare. Mereka mengalami penyakit tersebut diduga akibat mengonsumsi makanan nasi kotak. Dari jumlah tersebut tiga orang diantaranya dirujuk ke rumah sakit umum daerah Malingping, Kabupaten Lebak.
Kepala Puskemas Cijaku, Susilo mengatakan, dari 171 orang sebanyak 85 orang sudah dibolehkan pulang, 9 orang masih dirawat, 74 pasien rawat jalan, dan 3 orang dirujuk ke rumah sakit. “Masih bisa ditangani oleh kami, dan mudah-mudahan besok sudah sehat. Kalau pun ada perburukan pastinya akan kami rujuk sesuai SOP,” terang Susilo.
Sementara, tiga orang warga yang diduga keracunan makanan nasi kotak dari sebuah acara selamatan di Cijaku, Kabupaten Lebak, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping. “Tiga warga yang sebelumnya dirawat di puskesmas tersebut harus dirujuk karena memiliki penyakit bawaan sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Susilo. “Tiga pasien itu, satu anak, satu remaja dan satu lagi dewasa. Tapi kabar yang saya dengar dua orang sudah pulang, jadi tinggal 1 orang yang lagi dirawat,” timpalnya.
Untuk mengetahui, kepastian atas dugaan kerucan massal akibat makanan nasi kotak, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lebak sudah meneliti beberapa sampel makanan yang diduga menyebabkan puluhan warga di Cijaku keracunan.
Sampel makanan yang diteliti antara lain, mie, tempe orek, ayam goreng, telur rebus, dan rendang kambing. “Betul, hari ini baru dimulai proses tahapan penanaman ke media selektif,” kata staf Labkesda Lebak, Taufik Hermawan. Proses tersebut untuk mengetahui bakteri apa yang tumbuh sehingga mencemarkan makanan. “Hasil reaksinya bisa sekitar 3 hari. Jadi belum ada hasilnya karena masih proses penanaman ke media selektif,”imbuhnya.(mulyana)
























