SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak saat ini masih melakukan verifikasi terhadap rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 6,6 masih dalam tahap verifikasi, guna memastikan data real untuk diajukan mendapat bantuan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat ada 339 unit rumah dan 77 fasum di 25 kecamatan yang dilakukan verifikasi. Kerusakan itu akibat gempa magnitudo 6,6 beberapa hari lalu.
Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Lebak Ajis Suhendi mengatakan, proses verifikasi masih dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perkim, dan BPBD. Verifikasi itu dilakukan sebagai upaya penanggulangan pasca bencana. “Masih dikompilasi, hasil verifikasinya belum masuk semua,” kata Ajis, Senin (24/01/2022).
Ajis menjelaskan, setelah dilakukan verifikasi oleh tim selesai, maka untuk memastikan, hasilnya akan kembali dikroscek bersama kecamatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kabarnya akan turun tangan terkait bantuan bagi rumah terdampak. “Kabarnya begitu (bantuan dari Pemprov) Insya Allah mudah-mudahan,” ujar Ajis.
Sementara, Kepala BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menuturkan, dari update terakhir berdasarkan laporan yang masuk, ada 339 unit rumah dan 77 fasum di 25 kecamatan yang dilakukan verifikasi dengan kategori 269 rusak ringan, 53 rusak sedang dan 17 rusak berat.
Sementara fasum terdiri dari 31 madrasah, 28 sekolah, 16 tempat ibadah, dan dua perkantoran. Itu jumlah bangunan yang diverifikasi berdasarkan laporan kecamatan. “Ya untuk sementara datanya belum masuk semua, karena masih dalam proses verifikasi,” kata Febby.
Baca Juga: Di Bukit Sunyi Lebak, Ribuan Umat Katolik Datang Menitipkan Harapan di Goa Maria Kanada
Cuaca ekstrem yang saat ini masih terjadi, Febby mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebak untuk mewasdainya, serta tetap tenang dan tidak panik. “Hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Ya saya harapkan masyarakat untuk mewaspadi terhadap potensi-potensi bencana,” imbuhnya.(mulyana)
