SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Operasional Bandara Halim Perdana di Jakarta untuk sementara ditutup dalam rangka revitalisasi. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan proses revitalisasi landasan pacu (runway) Bandara Halim Perdanakusuma rampung dalam waktu 4 bulan. BKS-sapaan Budi Karya Sumadi, mengatakan, revitalisasi dilakukan karena tata letak dan manajemen pengelolaan air di sekitar Bandara Halim perlu diperbaiki.
“Tata letaknya juga tidak baik, jadi kami koordinasi dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk manajemen pengelolaan air di sekitaran Halim. Sekarang akan dilakukan agar runway bisa direnovasi 3 sampai 4 bulan,” jelas BKS dikutip dari RM.id
BKS mengaku, revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan atas permintaan Presiden Jokowi. Pasalnya, bandara yang masuk dalam lingkungan TNI Angkatan Udara (AU) ini sering digunakan untuk menerima tamu negara.
Terkait peralihan rute penerbangan dari Halim ke Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), BKS telah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura (AP) II. Dari hasil komunikasi, dia memastikan kapasitas Bandara Soetta cukup untuk menampung pergerakan pesawat yang dialihkan dari Halim.
Tak hanya Bandara Halim, BKS bilang, Ruang VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga direnovasi atas permintaan kepala negara. Ini dilakukan, demi menjamu tamu kenegaraan yang kemungkinan akan banyak berdatangan ke Bali.
Menurutnya, renovasi ruangan VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai akan memakan waktu lebih dari 6 bulan.Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsma Nandang Sukarna mengatakan, revitalisasi bakal berlangsung selama kurang lebih 3,5 bulan.
Baca Juga: Bandara Halim Ditutup Sementara, Penumpang Bisa Berangkat atau Refund dari Bandara Soetta
Selama proses revitalisasi, aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang dihentikan sementara dan dialihkan ke Bandara Soetta. “Alat-alat berat sudah masuk sejak tanggal 18 Januari dan juga sudah ditempatkan,” kata Nandang di Jakarta Timur, kemarin.
Yang direnovasi antara lain, sebagian area apron, area VVIP, VIP hingga bagian drainase atau saluran air yang berada di bawah landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma.
Tahap awal pengerjaan, mengecek area landasan pacu yang akan dilakukan hari ini. Setelah pengecekan dipastikan selesai, pengerjaan revitalisasi segera dimulai. “Hari Kamis sudah ada pengeboran di area landasan pacu dari pihak pemborong, vendornya,” ujar Nandang.
Menurut dia, kondisi di Bandara Halim kini lengang, karena tak ada lagi aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang. Itu sebabnya, sejumlah tenan menutup gerai mereka. “Banyak (tenan) yang sudah tutup, kecuali Indomaret dan Alfa Express. Ya ada juga sebagian kecil tenan makanan dan minuman masih buka untuk melayani karyawan yang tetap beraktivitas,” katanya.
Nandang menuturkan, revitalisasi ini bertujuan untuk memperbaiki fasilitas Bandara Halim Perdanakusuma maupun pangkalan udara TNI. Tujuannya untuk meningkatkan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan saat beroperasi kembali melayani penerbangan. Guna mengantisipasi ada warga yang belum mengetahui penutupan, pihak Maskapai Batik Air serta Citilink sudah menyediakan posko informasi di lokasi. “Informasi pembelian tiket, reschedule ataupun clear road, real time atau bahkan refund untuk kebijakan masing-masing maskapai,” tuturnya.
Selanjutnya, operasional penerbangan akan direlokasi ke bandara lain, seperti Bandara Soetta, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Kertajati, Bandara Budiarto dan Bandara Pondok Cabe.
Baca Juga: Gema Budaya 2026 Bangkitkan Pariwisata Nias
Sejak beberapa bulan lalu, Kemenhub bersama TNI AU telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, dalam rangka mengantisipasi dampak dari berhentinya operasional pelayanan penerbangan di Bandara Halim.
Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara meminta kepada operator bandara dan maskapai untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan penumpang. Misalnya, pembatalan penerbangan, refund tiket, pengalihan rute penerbangan, dan lain sebagainya, imbas penghentian sementara Bandara Halim Perdanakusuma. (made)

















