SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Walau Hunian Tetap (Huntap) untuk para korban tsunami di Kampung Pasirmalang, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, sudah selesai dibangun dan sudah ditempati.
Namun hingga saat ini, belum memiliki fasiltas umum (fasum) seperti sarana pendidikan, sarana ibadah dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Selain itu, infrastuktur jalannya juga masih belum memadai.
Hal itu dikeluhkan sebanyak 233 Kepala Keluarga (KK), penghuni Huntap tersebut. Sebab, kondisi Huntap yang diresmikan Kementerian PUPR dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang pada November 2021 lalu itu, membuat warga di Huntap merasa kurang nyaman.
Bahkan, tempat pembuangan sampah-pun belum tersedia. Sehingga, sampah rumah tangga atau jenis sampah lainnya-pun berserakan di mana-mana.
Seorang warga Huntap, Ijah mengungkapkan, warga sangat membutuhkan sarana pendidikan. Karena saat ini, warga terpaksa harus menyekolahkan anak-anaknya ke tempat yang jaraknya cukup jauh, mencapai 3 hingga 5 kilometer dari tempat tinggal mereka sekarang.
“Intinya, kami butuh gedung serbaguna, buat anak-anak mengenyam pendidikan dan masa depannya. Jarak ke sekolah sampai 3 hingga 5 kilometer,” keluh Ijah, Selasa (1/2/2022).
Baca Juga: Nakes Rentan Terjangkit Virus Influenza, Dinkes Pandeglang Lakukan Ini
Katanya, saat ini untuk melangsungkan pendidikan anak-anak yang berada di Huntap, kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah milik seorang ustadz. Namun untuk anak yang sudah masuk Sekolah Dasar (SD), terpaksa harus menempuh jarah yang cukup jauh.
“Kalau anak usia TK atau PAUD, di rumah pak ustadz. Tapi kalau untuk anak yang sudah masuk SD maupun yang lebih atas, harus menempuh jarak yang jauh. Apalagi kami tidak punya motor, dan akhirnya anak-anak naik odong-odong. Namun ketika hujan, terhambat,” tambahnya.
Atas kondisi itu, warga Huntap sangat berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang segera menyediakan sarana pendidikan untuk anak-anak yang berada di Huntap.
“Minimal gedung serba guna saja dulu, untuk anak-anak TK atau PAUD,” tandasnya.
Ketua RT 02 Kampung Pasirmalang, Jana menegaskan, janji Pemda Pandeglang yang akan membangun sejumlah fasilitas umum, hingga saat ini belum terlaksana. Untuk itu, warga berharap Pemda Pandeglang segera membangun sarana dan prasarana penunjang kehidupan warga Huntap.
“Jalan masih kerikil, lampu penerang jalan belum ada, bak sampah juga tidak ada. Fasilitas sekolah belum ada, fasilitas ibadah juga baru ada Musola saja. Kami harapkan, semua fasilitas penunjang dilengkapi,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Karya Bakti TNI Skala Besar Tuntaskan Pembangunan Jalan 18 Km di Cimanggu Pandeglang
Selain itu, warga juga mengeluh mahalnya biaya listrik, yang mencapai Rp 350 hingga Rp 500 ribu per bulan. Sedangkan, mayoritas warga yang ada di Huntap berprofesi sebagai nelayan, yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan ikan.
“Banyak yang mengeluh, yang dua paket minta diturunin daya. Tapi hingga saat ini tidak ada respon. Kami sudah ajukan ke PLN juga, tapi belum ada penurunan daya. Penghuni keberatan, karena sekali bayar sampai Rp 350 hingga Rp 500 ribu,” imbuhnya. (nipal)

















