SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Buah Manggis asal Kabupaten Pandeglang yang biasa di ekspor ke Negeri Cina, mencapai 4 ton per hari. Namun, akibat cuaca ekstrim saat ini mengalami penurunan drastis dibanding dua tahun terakhir.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang, Nuridawati mengungkapkan, dalam 1 hari sebanyak 1,5 ton Manggis asal Pandeglang di kirim Cina.
“Tahun ini, setiap harinya hanya sebanyak 1,5 ton, yang ekspore ke Cina,” kata Nuridawati, Rabu (9/3/2022).
Katanya, sebelum 2 tahun terakhir dalam 1 hari, biasanya buah Manggis Kabupaten Pandeglang mengirim sebanyak 3 ton sampai 4 ton per hari ke Cina. Sedangkan saat ini, dalam 2 tahun hanya mampu mengirim 1,5 ton saja.
“Kalau di daerah Pandeglang, tahun ini karena sudah 2 tahun produksi Manggis itu menurun disebabkan cuaca ekstrim. Sehingga produksi menurun, di Kelompok Tani Barokah itu biasanya 3 ton sampai 4 ton per hari. Sekarang paling 1,5 ton per hari,” tambahnya.
Kelompok Tani Barokah asal Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong biasanya membeli Manggis dari para petani seharga Rp 15 ribu per kilogram. Nantinya ujar dia, buah Manggis itu dikumpulkan terlebih dahulu untuk disortir, dan dipilih kualitas yang terbaik sebelum di ekspor.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang
“Kelompok Tani Barokah pernah langsung ekspor ke Cina. Nah untuk tahun sekarang, kelompok ini kerjasama dengan PT. Jadi untuk ekspor ke Cina-nya itu, ikut ke PT itu. Dengan alasan, mereka belum mempunyai registrasi kebun. Tapi tidak menutup kemungkinan, kelompok ini diusulkan untuk mendapatkan registrasi tadi, karena persyaratan ekspor ke Cina,” tambahnya.
Saat ini dijelaskannya lagi, pengiriman Manggis ke Cina sudah berjalan dari Februari, dan bisa sampai April mendatang. Setelah itulah, Manggis asal Pandeglang baru bisa diekspor kembali pada Agustus, karena sudah kembali bisa dipanen.
“Selama 3 bulan dari Februari sampai April, dan ini paling 1 bulan lagi nih April itu habis. Nah nanti Agustus, ada lagi yang bisa dipanen lagi. Kalau untuk di Kecamatan Bojong, karena sentra Manggis juga. Alhamdulillah, banyak yang sedang berbuah dan nanti puncaknya pada Agustus sampai September,” terangnya.
Jumlah pohon Manggis di Kabupaten Pandeglang tambahnya, kebilang masih cukup banyak. Sehingga ekspor Manggis ke luar negeri, diprediksi akan berkelanjutan.
Maka dari itu lanjutnya, DistanPandeglang melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas petani. Agar hasil panen mereka bisa tetap memenuhi standar ekspor.
“Kemarin ada bimbingan dari Provinsi sekolah lapang, dimana kelompok ini bisa meningkatkan kualitas dan mutu hasil produk Manggis tersebut. Nanti diberikan bagaimana cara budidaya yang baik, pengemasan yang benar dan cara menangani penyakit yang ada di buah Manggis tersebut. Seperti retak-retak dan getah kuning, nah nanti itu diberikan cara bagaimana supaya tidak retak dan bergetah,” imbuhnya. (nipal)
Baca Juga: Unma Banten Gelar Lokakarya dan Pameran UMKM Hasil KKN 2026
























