SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi & UKM (Disperindagkop & UKM) bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang serta Balai BPOM Di Serang, Rabu (20/04/2022) pagi menggelar kegiatan Pengawasan Peredaran Bahan Makanan dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus. Ada dua lokasi yang menjadi sasaran pengawasan, yakni Pasar Lama Tangerang yang mewakili pasar tradisional dan Transmart Cikokol Tangerang, untuk super market.
Hasilnya, di Pasar Lama Tangerang dari 35 sampel yang diambil di 15 pedagang, 7 dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya seprti Boraks, Formalin dan Rodhamin atau pewarna tekstil. Untuk yang di Transmart ditemukan makanan dalam kalengan kondisi kemasannya sudah rusak.
Makanan yang mengadung berbahaya itu antara lain kerupuk, kue mangkok tahu kuning mengadung Formalin, sementara lontong otak-otak dan tahu goreng mengandung Boraks serta bahan yang mengadung Rhodamin adalah kerupuk dan tahu kuning.
“Untuk pedagang di Pasar Lama yang menjual makanan dengan kandungan berbahaya tadi sudah dibuatkan surat pernyataan dari Balai BPOM agar tidak menjualnya kembali, sehingga ketika nanti akan adakan lagi pemeriksaan dan bila masih ditemukan (menjual makanan dengan kandungan bahan berbahaya) akan ambil tindakan lanjutan ,” ujar Sub Koordinator Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Bidang Perdagangan pada Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tangerang, Teguh Heriyadi kepada wartawan.
Sementara di Transmart ditemukan beberapa barang dalam keadaan rusak dan tidak layak jual. “Ada beberapa barang seperti sarden, susu dalam kemasan kaleng, dan keju yang sudah tidak layak untuk dijual. Semua produk tersebut sudah ditarik agar tidak di-display,” ungkapnya. Teguh melanjutkan, seiring Idul Fitri yang semakin dekat, paket parsel juga dilakukan pengecekan untuk menghindari barang-barang yang sudah kedaluwarsa.
“Untuk parsel, semuanya aman tidak ada yang rusak maupun expired. Semua kategori sudah dicek dan jangka waktu kadaluwarsanya masih lama,” lanjutnya. Masyarakat diimbau, untuk berhati-hati dalam membeli makanan maupun produk dalam kemasan. Pastikan untuk melihat tanggal kedaluwarsa, bentuk kemasan, dan sebagainya. “Untuk makanan siap santap, pastikan warnanya tidak terlalu cerah, teksturnya juga bagus, dan untuk makanan kemasan pastikan tanggal kadaluarsanya masih lama dan kondisi kemasan dalam keadaan baik,” imbaunya. (made)
Baca Juga: Cegah Virus Nipah, Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Tak Konsumsi Buah Bekas Gigitan Kelelawar
