SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA–Sebanyak 14 warga Perumahan Sudirman Indah Blok B, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa dinyatakan terkena Demam Berdarah Dangue (DBD), Sabtu (7/5). Merespon kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang langsung melakukan foging atau pengasapan guna pencegahan DBD.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan, bahwa 14 warga di Perumahan Sudirman Indah Blok E, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa dinyatakan terinfeksi DBD. Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung melakukan foging dan bersih-bersih saluran air, untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD.
“Sudah ada 14 warga yang keluar masuk rumah sakit karena DBD di Perumahan Sudirman, tepatnya Blok E,” kata Abdul Munir kepada Satelit News, Minggu (8/5).
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Qotrun Nada mengatakan, bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan terkait 14 warga Sudirman Indah yang dinyatakan positif DBD.
Pasalnya, pihaknya baru menerima laporan 3 orang yang dinyatakan DBD di wilayah Sudirman Indah per April sampai Mei.
“Untuk wilayah tersebut, laporan akhir April sampai awal Mei ini ada 3 kasus. Tadi kami juga meminta kepada pihak puskesmas untui konfirmasi ke Rt, namun tidak ada kasus sebanyak itu,” katanya.
Baca Juga: Pasar Tigaraksa Tangerang Sepi, Banyak Pedagang Gulung Tikar
Menurut Qotrun, terkadang di tengah-tengah masyarakat itu, meski warga baru dinyatakan suspek terindikasi DBD sudah dinyatakan DBD.
“Karena kalau kami menghitung kasus DBd memang yang sudah resmi dinyatakan DBD dari surat keterangan RS. Kalau di masyarakat terkadang yang masih suspek (terduga) juga dikatakan DBD,” ujarnya.
Qotrun Nada juga mengatakan, bahwa pihak Puskesmas juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan epidemiologi, pemeriksaan jentik, memberikan larvasidasi dan memberikan obat untuk foging melalui Rt setempat.
“Pihak Puskesmas juga telah melakukan beberapa bentuk antisipasi dengan cara foging dan pemeriksaan jentik,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























