SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG – Proyek galian tanah atau galian C di Kampung Sabi Tangtu RT/RW 05/03, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, dikeluhkan warga setempat.
Sebab, tanah merah yang diangkut oleh mobil truk berjatuhan dan berserakan ke jalan Raya Rangkas-Pandeglang. Hingga membuat jalur itu berdebu dan licin, terlebih kalau hujan.
Seorang warga penjual pakaian, H. Lukman Hakim mengungkapkan, akibat adanya tanah yang berserakan di jalan raya telah membuat jalan berdebu, hingga masuk ke dalam tokonya.
“Debunya suka masuk ke dalam ruko, kalau lagi kemarau. Selain membuat kotor dagangan saya, bahaya juga debunya terhadap kesehatan terutama bikin sesak pernapasan,” keluh Lukman saat di temui di tokonya, Rabu (29/6/2022).
Tanah-tanah yang berserakan di jalan itu, karena di samping tokonya ada galian tanah yang setiap harinya beroperasi, diangkut oleh mobil dump truck. Akibat hal itu katanya, dia rela setiap hari membersihkan tanah itu.
“Setiap hari truk keluar masuk, ngangkut tanah ke tempat galian itu. Akhirnya, saya berinisiatif membersihkan tanah yang berserakan di jalan dengan disemprot pakai air, karena kalau tidak disemprot berdebu,” ujarnya.
Baca Juga: Polsek Rajeg Selidiki Aktivitas Galian Tanah, Diduga Tak Punya Izin
Selain berdebu, akibat banyak tanah di jalan raya, mengakibatkan rawan khususnya pengemudi motor.
“Kalau gak dibersihin, takut terjadi kecelakaan lalu lintas karena jalanan licin. Saya harap tanah yang tercecer di jalanan bisa dibersihkan,” tambahnya.
Atas kondisi itu, dia mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang, segera melakukan tindakan tegas pemilik galian tersebut. Katanya lagi, jangan sampai dibiarkan dan menunggu korban terlebih dahulu.
“Ini menyebabkan penyakit dan membahayakan, maka dari itu saya minta Bupati Pandeglang segera memerintahkan jajarannya untuk segera menindak tegas,” harapnya.
Sementara, Penanggungjawab atau pengelola Galian Tanah, Bayi Mulyadi mengatakan, selama melakukan penggalian tanah tidak pernah ada warga yang protes.
Makanya ia meminta, agar warga yang protes dibawa kehadapannya secara langsung.
Baca Juga: Bermain di Galian Tanah Teluknaga, Dua Anak Tewas Tenggelam
“Warga yang mana yang protes, bawa sini kehadapan saya, soalnya tidak ada warga di sini yang protes,” klaimnya.
Dia juga mengklaim, tanah yang tercecer di jalan raya sering dibersihkan olehnya. Bahkan dia juga memastikan, galian tanah miliknya itu sudah berizin.
“Sering kami bersihkan, dan izinnya juga sudah ada. Karena hanya untuk meratakan tanah saja. Luasnya itu kurang lebih dua hektar,” imbuhnya. (nipal)
























