SATELITNEWS.ID, TANGERANG-Yayasan Topi Bambu sulap bambu menjadi helm sepeda. Disporabudpar Kabupaten Tangerang apresiasi inovasi wirausaha berbasis kearifan lokal yang tembus hingga Singapure.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Ratih Rahmawati mengatakan, olahraga bagian penting dalam menjaga kesehatan. Salah satunya olahraga sepeda. Namun, dalam bersepeda, para pengendara harus tetap memperhatikan keselamatan dengan menggunakan pelindung kepala, siku, dan dengkul.
“Perlu diapresiasi, kali ini teman-teman Yayasan Topi Bambu telah membuat inovasi baru, dengan membuat helm yang terbuat dari bambu. Ini sangat unik khas sekali,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi ciri khas lokal Kabupaten Tangerang saja. Helm yang terbuat dari anyaman bambu ini juga memiliki nilai seni yang tinggi.
“Saya yakin, para pecinta sepeda pasti menyukainya. Karena ini memang bagus sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Yayasan Topi Bambu, Agus mengatakan, Yayasan Topi Bambu merupakan sebuah organisasi yang bertujuan melestarikan kearifan lokal daerah melalui pendidikan, pemberdayaan kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Menurutnya, Yayasan Topi Bambu berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif, melalui pelatihan dan workshop, pengembangan produk heritage, serta museum topi bambu.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Target Bedah 1.000 Rumah pada 2026, Masih Ada PR 373 Unit
“Proyek-proyek kearifan lokal, konservasi bambu, potensi wirausaha berbasis kearifan lokal, pembuatan buku dan penyusunan kebijakan,” katanya.
Agus menjelaskan, berdiri sejak tahun 2015, Yayasan Topi Bambu diinisiasi oleh Komunitas Topi Bambu yang telah hadir sejak 2010 dan giat melakukan pemberdayaan masyarakat dan memiliki binaan 800 perajin kerajinan tradisional yang mencapai 20 sentra perajin.
“Kami melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar, dalam memanfaatkan potensi kearifan lokal untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Agus, kekayaan sumber daya alam khususnya bambu, masih terkenal sebagai icon Tangerang. Bahkan sudah ada sejak 1.800 tahun lalu hingga kini dikenal Kerajinan Topi Bambu.
“Inovasi terus dilakukan melalui riset dalam pengembangan produk, agar memiliki nilai manfaat seperti Helm Anyaman Bambu ini,” jelasnya.
Sementara itu, Founder Yayasan Topi Bambu, Dedy Efendi menambahkan, sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Yayasan Topi Bambu harus terus berjalan. Sehingga kata dia, dapat memberikan dampak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal, dengan menciptakan inovasi seperti model topi bambu.
Baca Juga: BPKP dan Biro OrtalaMR ATR/BPN Evaluasi Maturitas SPIP Kantah Kabupaten Tangerang
“Saat ini, helm bambu tersebut telah diekspor ke Singapore. Selain itu, peci bambu ikut pameran di Sarawak Malaysia dan ikut event juga yakni pameran Trade Expo Indonesia di “TEI” yang akan memberikan dapmpak positif,” jelasnya. (alfian/aditya)





















