SATELITNEWS.ID, LEBAK–Kejahatan seksual kerap terjadi di moda transportasi umum. Bahkan pelakunya tak merasa takut meski aksinya itu dilihat banyak orang. Keprihatinan-pun muncul dari komunitas pecinta kereta api Rail Fans wilayah 1 D, yang menyebut aksi yang melanggar hukum serta merusak norma agama itu, harus diberantas.
Masyarakat diminta jangan diam, tapi lawan dan laporkan aksi tidak terpuji itu. Ajakan dari komunitas pecinta kereta api itu, dilakukan dengan melakukan seruan berupa sosialisasi dengan penyebaran pamflet di sekitaran Stasiun KA Rangkasbitung, Minggu (24/07/2022).
Wakil ketua Rail Fans Wilayah 1 D, Darul Pratama mengatakan, latar belakang dari kegiatan ini adalah rasa keperihatinannya terhadap banyaknya perempuan dan anak yang menjadi korban pelecehan seksual, saat menggunakan moda transportasi kereta.
“Kasus pelecehan seksual kerap terjadi baik itu di Jakarta maupun kota besar lainnya, untuk itu dalam kegiatan ini kita mengajak kepada para penumpang untuk aktif terlibat dalam pencegahan aksi kekerasan dan pelecehan seksual khususnya diruang publik termasuk kereta ini,” kata Darul, kepada wartawan. “Kita (Rail Fans,red) juga mengajak, kepada para penumpang untuk menandatangani petisi lawan aksi kekerasan seksual yang sudah kami siapkan, sebagai perlawan terhadap pelaku seksual,” sambung Darul.
Menurutnya, para penumpang yang menjadi korban ataupun melihat adanya aksi kekerasan dan pelecehan seksual dilingkungan Stasiun maupun didalam gerbong kereta bisa langsung melaporkannya kepada petugas. “Lawan dan laporkan kepada petugas yang berjaga, ya caranya dengan memfoto atau video sebagai barang bukti. Nantinya petugas lah yang akan menindak pelaku itu,” ujar Darul. “Melalui kegiatan sosialisasi ini kasus pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan dapat berkurang dengan meningkatkan tingkat kehati-hatian dan partisipasi semua pihak,” timpalnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, mengapresiasi langkah komunitas itu dalam mempersempit ruang gerak para pelaku cabul. “Melalui kampanye ini diharapkan tindakan pelecehan seksual di transportasi publik tidak terjadi lagi dan masyarakat dapat menikmati perjalanan khususnya menggunakan moda kereta api dengan nyaman dan menyenangkan baik saat bepergian jarak pendek ataupun jarak jauh,” terang Eva.
Baca Juga: KAI Ambil Alih 7 Perlintasan Tanpa Palang di Lebak
“Sebelumnya, KAI Daop 1 juga menggandeng Komnas Perempuan melakukan kampanye secara serentak di 4 stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta pada 29 Juni 2022 yakni Stasiun Gambir, Pasarsenen, Cikarang dan Karawang. Kegiatan itu, sebagai bentuk komitmen, Petugas KAI baik di stasiun maupun di atas kereta api akan terus bersiaga jika terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual,” imbuhnya. (mulyana)
























