SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Kabupaten Tangerang terasa istimewa. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAl) Laksamana TNI Yudo Margono bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan penanaman mangrove di Desa Tanjung Pasir, Teluknaga, kemarin.
Kegiatan itu merupakan bagian dari penanaman 1.000.377 mangrove yang dilaksanakan TNI Angkatan Laut secara serentak di 77 lokasi di Indonesia untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia. KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan penanaman mangrove sudah dilakukannya sebelum menjadi KSAL. Saat awal menggagas penanaman mangrove, katanya, bibit yang ditanam malah mengambang semua. Yudo mengaku dirinya harus belajar sehingga bibit mangrove yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.
“Penanaman secara serentak sebanyak 1.000.377 bibit mangrove di 77 lokasi dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Saat saya menjadi Panglima Armada I Barat saya kerahkan di seluruh jajaran wilayah Barat sama seperti ini secara serentak. Setelah tahu seperti itu, diberitahukan dari kehutanan sehingga dipasangi bambu dalam menanam mangrove,” kata Yudo.
Dia mengatakan penanaman mangrove menjadi program tahunan TNI AL. Dia berharap penanaman mangrove tidak hanya menahan abrasi, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk wisata.
“Sehingga mangrove ini selain bisa digunakan untuk menahan abrasi juga bisa digunakan sebagai sarana wisata. Saat ini banyak tempat-tempat wisata magrove yang kita kembangkan di Kampung Bahari Nusantara bersama dengan Kemenparekraf,” ujarnya.
Menteri LHK Siti berterima kasih atas penanaman mangrove serentak oleh TNI AL. Menurutnya, penanaman mangrove merupakan wujud pencegahan bencana perubahan iklim.
Baca Juga: Pemkab Serang Izinkan PT CAP Konservasi Mangrove Seluas 180 Hektare
“Tadi sudah kita lihat aksi nyata terima kasih sekali. Posisi mangrove Indonesia menjadi perhatian dunia. Indonesia punya mangrove 23 persen dari dunia luasnya sekitar 3,36 juta hektare. Kita punya komitmen kepada dunia dari Indonesia,”ungkapnya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengajak semua pihak untuk bersama-sama berperan aktif dalam melestarikan lingkungan. Terlebih, saat ini isu lingkungan menjadi salah satu konsentrasi Indonesia dalam Presidensi G20. Salah satu bentuk partisipasi itu bisa dilakukan dengan penanaman mangrove.
“Ini patut terus dikembangkan karena menjadi hal yang mendasar bagi Provinsi Banten,” ungkap Al Muktabar.
“Saat ini bukan hanya sekedar menanam. Akan tetapi harus dapat secara konsisten dalam memelihara, melanjutkan, dan memperluas cakupan area hutan mangrove. Sehingga dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk dapat bersama-sama mendukung program Pemerintah Pusat,” tambahnya.
Dikatakan, penanaman mangrove sebagai salah satu tindak lanjut atas perintah Presiden RI Joko Widodo dalam rangka Presidensi G20 yang mengusung green economy.
“Pemerintah Daerah harus satu kesatuan. Kita mendukung secara utuh dalam agenda yang menjadi perintah Nasional maupun Dunia,” jelas Al Muktabar.
Baca Juga: Maesyal-Intan Akan Bangun 5 Kawasan Serupa Ketapang Aquaculture
Dikatakan, Provinsi Banten merupakan daerah yang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Penanaman mangrove sebagai langkah tepat untuk menjaga ekosistem serta menjadi penyangga untuk mengantisipasi terjadinya abrasi.
“Itu dapat menjadi pertahanan depan kita dalam situasi kondisi alam. Kita berharap sekali dengan moment bersama ini. Saya berterimakasih, Provinsi Banten menjadi titik sebar penanaman mangrove pada Hari Mangrove Sedunia,” ungkap Al Mukatabar. (gatot)
