SATELITNEWS.ID, KAB TANGERANG—Pemerintah Kabupaten Tangerang, Jumat (29/07/2022) melaunching City Sanitation Summit (CSS) XX Expo. Acara launching bertempat di Pendopo Bupati, Jalan Kisamaun No.1, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Advisor dari Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Alwi Rustam serta perwakilan kabupaten/kota yang menjadi peserta. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan, pada tanggal 8 September 2022 mendatang, Kabupaten Tangerang akan menjadi tuan rumah bukan saja kegiatan musyawarah, melainkan juga eksebisi dan expo dari kegiatan City Sanitation Summit.
“Nah, yang akan kita promosikan di sana adalah semua yang menyangkut sanitasi masyarakat. Baik itu sanitasi berbasis sekolah, sanitasi berbasis pondok pesantren, kemudian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, air minum perpipaan PDAM dan semua yang mendukung dari program 100 persen sanitasi yang baik, bersih dan aman dari masyarakat, termasuk pembangunan WC-WC dan bedah rumah,” jelasnya kepada wartawan.
Lebih jauh Zaki mengungkapkan, melalui kegiatan ini, Pemkab Tangerang bercita-bercita sanitasi berbasis sekolah maupun pesantren IPAL komunal bisa diaplikasikan di daerah-daerah yang lain. “Kita tahu bahwa seluruh penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri itu berasal dari sanitasi yang tidak baik. Maka dari itu untuk mengurangi penyakit-penyakit itu, makanya program sanitasi untuk masyarakat perlu menjadi prioritas pembangunan daerah, melalui apa saja? Melalui sarana fasilitas pendidikan,” jelasnya.
Zaki pun membeberkan mengapa memilih sarana fasilitas pendidikan. Menurutnya, hal itu akan membangun karakter penerus generasi bangsa ini. “Mudah-mudahan anak lebih paham terhadap kesehatan tubuh dan lingkungan serta kebersihan lingkungan,” jelasnya. Dia juga menyampaikan peserta CSS ini nantinya akan mengunjungi sejumlah tempat.
Salah satunya adalah Desa Ketapang Kecamatan Mauk. Karena di Desa Ketapang Agriculture meliputi banyak sanitasi, bukan saja bedah rumah dan bedah WC tetapi termasuk instanlasi pengolahan limbah komunal dan perpipaan air minum dan juga sanitasi sekolah dan program sanitasi lainnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Hadiri Kelulusan Siswa Sekolah Genius di Curug
Kemudian ada SMPN 2 Curug yang menunjukkan sanitasi sekolah, program kurasaki (kurangi sampah di sekolah kita), program kahati (keanekaragaman hayati) dan program lainnya untuk anak. Selain itu ada ponpes yang menunjukkan program sanitasi berbasis pesantren dan RSUD Balaraja. “Kenapa RSUD? karena bagian dari pendukung sanitasi dan kesehatan. Karena apa pun itu, larinya untuk perawatan pasti ada RSUD. Nah RSUD sendiri akan menjadi contoh penataan. Tidak hanya serta merta bangunan tapi juga ada taman dan danau untuk tandon,” ungkapnya. (made)
