SATELITNEWS.ID, TANGERANG—FPTI Kabupaten Tangerang melakukan evaluasi terhadap para atlet yang berlomba pada ajang Kejuaraan Nasional Panjat Tebing yang berlangsung di Jakarta pada 4 – 7 Agustus 2022 lalu. Pelatih FPTI Kabupaten Tangerang menyoroti mentalitas atlet saat bertanding yang tidak sesuai ekspektasi.
Pelatih panjat tebing Kabupaten Tangerang Ari Purnomo mengatakan saat tampil di Kejurnas, atlet yang dikirim menunjukkan penampilan tak optimal. Atlet terkesan grogi sehingga melakukan kesalahan sendiri saat pertandingan.
Bahkan untuk nomor speed catatan waktu yang dihasilkan saat Kejurnas masih di bawah catatan waktu saat latihan. Atlet masih sulit melakukan koordinasi saat melakukan pemanjatan sehingga catatan waktunya berbeda dengan saat latihan.
“Anak-anak nervous (demam panggung) saat bertanding dengan atlet-atlet nasional, karena ajang ini levelnya adalah nomor 2 dibawah PON. Banyak atlet nasional yang turun di ajang ini,” jelas Ari.
Diungkapkan Ari mentalitas atlet jadi penyebab dropnya penampilan atlet panjat tebing Kabupaten Tangerang. Hal tersebut dinilai wajar Ari karena sebagian besar atlet yang tampil baru kembali tampil di ajang level nasional setelah dua tahun belakangan berkutat dengan pandemi Covid-19.
“Saya seperti mengajari atlet dari nol lagi, tapi buat saya banyak pelajaran kami dapat dari ajang Kejurnas kali ini. Ini jadi modal buat saya membenahi kemampuan atlet agar lebih baik lagi sebelum Porprov VI Banten,” ungkap Ari.
Sementara itu Adri Permana Sekretaris Umum Pengcab FPTI Kabupaten Tangerang menyatakan meski hasil yang didapat pemanjat tebing Kabupaten Tangerang belum masksimal, namun pihaknya menilai atlet bisa menempa pengalaman bertanding disana. Dikemukakan Adri, prestasi tidak menjadi incaran pihaknya pada Kejurnas kali ini.
“Prestasi yang kami incar adalah di Porprov VI nanti, di Kejurnas kami hanya mencari bahan untuk evaluasi apa kekurangan yang dimiliki atlet. Dengan menghadapi lawan yang diatas atlet Kabupaten Tangerang akan terlihat jelas kekuatan dan kelemahannya,” pungkasnya. (jpg/gatot)