SATELITNEWS.ID, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang menyebut, kenaikan harga telur belakangan ini, disebabkan oleh program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Karena suplay di Kabupaten Serang surplus.
“Kalau dibeli oleh masyarakat dengan harga normal Kabupaten Serang tidak akan kekurangan. Cuma dari sisi harga sekarang naik,” ujar Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, Jumat (2/9/2022).
Nampaknya kenaikan ini, kata Zaldi, dampak dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Yang tiga pagu pembelian besar-besaran seluruh daerah. Sehingga, peningkatan permintaan telur, berdampak terhadap kenaikan harga,” tambahnya.
Zaldi mengungkapkan, pasokan telur yang ada di Kabupaten Serang, per tahun mencapai 17 juta butir.
Oleh karena itu, ia berharap harga telur agar segera turun diangka Rp24 ribu per kilogram.
Baca Juga: Guru MDA Irsyadus Sariy 1 Dilatih Publik Speaking dan Ice Breaking
“Kalau sekarang berdasarkan pemantauan kita, ada yang Rp27 ribu sampai Rp32 ribu,” tuturnya. (sidik)
























