SATELITNEWS.COM, LEBAK—Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fatwa di Kampung Gelebug, Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, harus belajar beralaskan karpet lantaran tak memiliki kursi dan meja. Kondisi ini diperparah dengan bangunan sekolah yang jauh dari kata layak. Sebab atap genting bocor serta tanpa plafon.
Ironisnya lagi, sekolah yang dibangun tahun 2014 itu belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. “Dengan belajar di lantai hanya beralaskan karpet, tentunya membuat siswa-siswi merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi mereka dalam belajar,” kata Kepala Sekolah Al-Fatwa Gelebug Nining Yuningsih, Selasa (27/09/2022).
Katanya, sejak berdirinya sekolah ini tahun 2014 lalu sampai sekarang tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Hal itu pun membuat ketidakpercayaan akan dukungan pendidikan dari pemerintah. Karena, pemerintah khususnya Kemenag Lebak belum ada perhatian.”Sekolah ini berdiri karena masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian dengan gotong royong, membantu merenovasi gedung sekolah agar layak ditempati para siswa,” kata Nining.
“Walaupun kita belum atau tidak diberikan bantuan oleh pemerintah, saya bersama para pengajar lainnya terus memberikan motivasi kepada anak-anak agar tidak putus harapan untuk tetap mendapatkan hak pendidikan ditengah keterbatasan,” timpalnya.
Nining pun berharap, agar pemerintah bisa membantu memberikan meja dan kursi ke sekolah MI Al-Fatwa ini, supaya kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman. “Kami berharap kepada pemerintah khususnya Kemenenag Kabupaten Lebak agar bisa memberikan bantuan supaya sekolah ini layak untuk di tempati,” katanya.
Salah satu orangtua murid, yang enggan menyebut namanya mengaku, setiap pulang sekolah baju anaknya itu selalu kotor. Diduga, dengan belajar beralaskan karpet dan dikelilingi kondisi gedung sekolah yang tidak layak.”Anak saya harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa bersekolah. Semangatnya luar biasa untuk menimba ilmu. Saya harap dukungan dari pemerintah agar sekolah yang kami banggakan itu bisa diperhatikan,” ucapnya. (mulyana)