SATELITNEWS.COM, SERANG – Walikota Serang Syafrudin, menyemprot Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, karena melaksanakan kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di tempat yang mewah, hotel bintang empat, Ledian Hotel.
Kepada Kepala Dinkes, Syafrudin mengingatkan, kegiatan HKN ini seharusnya difokuskan untuk meningkatkan kesadaran dalam kesehatan, serta layanan kepada masyarakat.
Hal itu, terungkap saat Walikota Serang Syafrudin memberikan sambutan dalam acara HKN, Selasa (8/11/2022).
Hadir dalam acara itu, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin, kepala Puskesmas, kader kesehatan, dan tamu undangan lainnya.
Syafrudin menilai, kegiatan HKN yang diselenggarakan oleh Dinkes Kota Serang dianggap terlalu mewah, karena digelar di hotel.
Padahal seharusnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan fokus memberikan layanan kepada masyarakat, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.
Baca Juga: Nasib Malang Rupiah
“Kegiatan tahun ini memang elit, namun tidak pada tempatnya, biayanya lebih besar. Seperti nasi yang dikasih wadah daun bukan piring,” kata Syafrudin, saat sambutan.
Ia mencontohkan, kegiatan yang dilakukan dengan kebersamaan di tempat terbuka, atau dengan pengecekan kesehatan masyarakat. Dengan begitu, kegiatan dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Bukannya seperti ini (hotel,red). Harusnya senam atau pengecekan kesehatan gratis di ruang terbuka,” ujarnya.
Kegiatan ini juga seharusnya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi tenaga kesehatan (Nakes), yang selama ini terdampak Pandemi Covid-19.
Kondisi ini juga, memaksa Nakes untuk bekerja lebih cepat dalam menangani kesehatan masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepada Dinkes Kota Serang untuk tidak pilih kasih terhadap pasien yang ingin menjalani pengobatan.
Baca Juga: Sampah Rumah Tangga Cemari Sungai Di Kota Serang, Relawan Usulkan Pemberlakuan Sanksi
Terlebih, bagi mereka yang terdaftar dalam program jaminan kesehatan BPJS Kesehatan.
“HPN ini juga sebagai koreksi kami terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Artinya jangan dibeda-bedakan, misalnya (Pasien) BPJS, umum dan VIP,” terangnya.
Sementara, Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengaku, kegiatan sengaja diselenggarakan di tempat yang lebih tertutup.
Sebab, terdapat beberapa materi yang harus disampaikan kepada Nakes, yang tentunya itu tidak akan tersampaikan dengan baik bila dalam tempat terbuka.
Hal ini juga akan dijadikan evaluasi, untuk memperbaiki pada kegiatan selanjutnya.
“Tentu itu menjadi motivasi kami. Apa yang disampaikan pak wali harus kami cermat dan sikapi,” ujar Hasanudin.
Lebih lanjut, Hasanudin juga akan terus berupaya memberikan layanan yang sama baik pasien BPJS, umum maupun VIP sesuai dengan instruksi Walikota Serang Syafrudin.
“Mudah-mudahan kami tidak melakukan itu, kami tidak ada niatan pilih kasih, semuanya sama kami perlakukan,” paparnya. (mg2)
























