SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Wayang kulit berbentuk Prabu Kresna berumur 200 tahun dipajang dalam Pameran Produk Kerajinan Indonesia, yang diadakan oleh ASEPHI di Summarecon Mall Serpong (SMS). Diduga, wayang tersebut dibuat pada era Kerajaan Dwarawati kurang lebih pada tahun 1835.
Cicit dari pengrajin wayang kulit Eyang Rataguna, asal Solo, Jawa Tengah yang mengikuti pameran nasional di Sumarecon Mall Serpong, Wibowo Hartono mengatakan, bahwa wayang kulit yang dia bawa dalam pameran tersebut merupakan warisan turun temurun dari kake buyutnya.
Kata Wibowo, wayang kulit itu dibuat oleh leluhurnya yang bernama Eyang Rataguna, yang menggambarkan seorang Prabu Kresna pemimpin dari kerajaan Dwarawati pada tahun 1835.
“Wayang kulit ini merupakan warisan turun-temurun dari kakek buyut saya, sebagai pengrajin wayang. Jadi wayang ini dibuat dengan bentuk Raja Dwarawati yang bernama Prabu Kresna atau dikenal sebagai Harimurti Padmanaba. Kurang lebih usianya mencapai 200 tahunan,” jelas Wibowo kepada Satelit News, Kamis (10/11).
Wibowo yang merupakan seorang pengrajin kulit, mengaku wayang kulit tersebut pernah dimainkan dalam acara ruwatan oleh salah satu dalang terkemuka di Jakarta, yaitu Wahana Purwo Carita pada tahun 1975-2017 lalu.
“Wayang ini hanya digunakan dalam pentas ruwatan dulunya oleh Dalang dan Seniman Pasar Seni Ancol,” katanya.
Baca Juga: Bapenda Kabupaten Tangerang Tempel Stiker Penunggak Pajak di 6 Restoran Ternama
Selain membawa sayang kulit Wibowo yang datang dari Solo, Jawa Tengah, lanjut Wibowo, pihaknya juga membawa beberapa kerajinan tangan miliknya, yaitu kaligrafi dan lukisan-lukisan yang berbahan dasar kulit sapi dan kambing.
“Ada kerajinan tangan lainnya, yang saya bawa untuk dijual dan dipamerkan. Yaitu kaligrafi dan lukisan dari bahan kulit,” jelasnya.
Wibowo berharap, pameran-pameran kerajinan tangan di Indonesia bisa lebih diperhatikan dan didukung oleh pemerintah. Apalagi pada saat pandemi, perekonomian para pengrajin atau seniman sangat menurun.
“Jujur saat ini memang sedang menurun, apalagi saat pandemi. Kios-kios di pasar seni sampai tutup. Kami berharap dukungan dari pemerintah,” harapnya. (alfian/aditya)
























