SATELITNEWS.COM, SERANG–Masyarakat di Desa Anyar, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, terbilang berhasil mengelola sampah sebanyak 168,3 ton, dengan konsep ekonomi sirkular. Pengelolaan sampah tersebut dilakukan, dengan mengoperasikan Rumah Sampah Terpadu (RST).
Cakupan pelayanannya sebanyak 212 KK (Kepala Keluarga), dan membuka 4 lapangan pekerjaan yang berperan sebagai petugas angkut serta petugas pilah.
Kepala Desa (Kades) Anyar, Juhaedi mengatakan, pengelolaan sampah yang dilakukan dengan mengoperasikan RST ini merupakan Program Masyarakat Bersih Bebas Sampah (MaBBeS). Diketahui MaBBeS ini diinisiasi oleh sejumlah perusahaan industri, antara lain Chandra Asri, SCG Indonesia, Dow Indonesia yang juga didampingi oleh Vital Ocean Indonesia
Kata Juhaedi, dengan adanya program tersebut, sekarang ini masyarakat Desa Anyar dapat mengelola sampah dengan baik dan benar, sampai menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
“Hasilnya Alhamdulillah. Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan karena sangat bermafaat bagi masyarakat,” ujar Juhaedi, Senin (14/11/2022).
Sementara, Direktur Chandra Asri, Edi Rivai, mengatakan kegiatan yang berkolaborasi bersama DOW Indonesia dan SCG Indonesia ini merupakan bentuk komitmen dari industri untuk membantu Pemerintah dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Indonesia.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
Program Mabbes ini dijalankan berdasarkan prinsip ekonomi sirkular, sehingga memastikan sampah yang dihasilkan dapat dikelola secara baik dan menjadi bahan baku untuk produk bernilai lainnya.
“Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan berkembang, sehingga menjadi contoh bagi daerah lainnya dan membantu Pemerintah dalam mencapai target penanganan sampah sebanyak 70 persen pada tahun 2025,” ujar Edi.
Presiden Direktur Dow Indonesia, Riswan Sipayung, menekankan, Saat ini dunia membutuhkan kepemimpinan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan keahlian dan komitmen material science untuk inovasi sirkular dan kolaborasi produktif dengan para mitra di program MaBBes ini,
“Kami ingin mendorong sinergi antar pemangku kepentingan sekaligus perubahan perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dimulai dari lingkungan rumah tangga. Dow telah menetapkan target keberlanjutan baru dalam mendorong peran ekonomi sirkular dan perlindungan iklim dengan berfokus pada dua masalah yang terkait erat: mengurangi emisi karbon dan mentransformasi limbah plastik,” ujarnya.
Presiden Direktur PT SCG Indonesia, Chakkapong Yingwattanathaworn, menambahkan bahwa pihaknya sebagai perusahaan terkemuka di ASEAN pada program MaBBes ini mendukungnya adanya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Sehingga dapat mengurangan sampah di laut pada 2025 untuk meraih kehidupan dan lingkungan yang lebih baik serta berkelanjutan.
Program ini juga merupakan implementasi strategi SCG ESG 4 Plus khususnya pada poin upaya mencapai net-zero dan merangkul kolaborasi. “SCG berharap program ini dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk bersama-sama menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik,” pungkasnya.
Baca Juga: GAK Level III, Abu Vulkanik Terjang 7 Kecamatan di Kabupaten Serang
Sampah yang telah terkumpul akan dilakukan proses pemilahan lebih lanjut di RST. Hasil pilahan sampah organik diolah melalui proses kompos untuk menjadi pupuk yang akan digunakan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam.
Hasil sampah non-organik dijual ke pelapak setempat dan sampah plastik residu dikelola melalui mesin pirolisis menjadi BBM Plas pada IPST ASARI yang dibina oleh Chandra Asri. (sidik)























