SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda antara Banten dan Lampung patut diwaspadai. Setelah “batuk-batuk” hingga mengeluarkan awan setinggi 3.000 meter, aktivitas GAK juga menyebabkan gempa, Sabtu (7/1).
Dikutip dari laman KESDM Badan Vulkanologi PVMBG Pos Pengamatan Pasauran GAK, Anyer, Kabupaten Serang, Kegempaan Gunung Anak Krakatau, Sabtu (7/1) mulai pukul 00.00 -06.00 WIB sebanyak tiga kali dengan amplitudo antara 4 – 20 milimeter dan durasi berkisar 4 – 7 detik. Saat ini kondisi status Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu masih siaga level III.
Secara visual, kawasan Gunung Anak Krakatau tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati dengan potensi cuaca mendung dan hujan. Begitu juga hybrid/fase banyak terjadi sebanyak 1 kali kejadian dengan amplitudo 44 milimeter, S-P – detik dan durasi selama 8 detik.
Sedangkan, vulkanik dangkal sebanyak 1 kali kejadian dengan amplitudo 4 milimeter dan durasi 5 detik. Vulkanik dalam terjadi sebanyak 2 kali, S-P 1,5-1,7 detik dengan durasi 14-15 detik. Microtremor/tremor menerus dengan amplitudo 1-7 milimeter dan amp dominan 1 milimeter.akatau
”Kami minta nelayan, pendaki maupun wisatawan dilarang mendekati gunung berapi di Selat Sunda dan direkomendasikan hanya radius 5 kilometer,” papar keterangan resmi itu.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Anak Krakatau dua kali meletus, Rabu (4/1) sore. Pada letusan kedua, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Anak Krakatau mencatat lontaran abu vulkanik mencapai 3.000 meter lebih.
Baca Juga: Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu
Erupsi pertama terjadi pada pukul 14.10 wib. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi lebih kurang 20 detik.
“Tinggi kolom abu teramati lebih kurang 100 meter di atas puncak (Gunung Anak Krakatau setinggi lebih kurang 257 meter di atas permukaan laut),” ujar Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Ade Yasser Akhmad Purwata di twitter.
Dan selang hampir sejam, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, pukul 15.09 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Rabu, 4 Januari 2023, pukul 15.09 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 3.000 meter di atas puncak (± 3.157 meter di atas permukaan laut),” jelas PVMBG.
“Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulisnya. (gatot)
























