SATELITNEWS.COM, SERANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Universitas Gajah Mada (UGM), berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan Wisata Religi Tanara di Kecamatan Tanara. Salah satunya, dengan Melaunching Atraksi Budaya Wisata Religi Tanara, di Desa Tanara pada 12 Januari 2023 nanti.
Staf Ahli Bupati Serang, Rahmat Fitriadi mengatakan, kegiatan tersebut bentuk dari sebuah kerjasama yang inten sejak awal antara Pemkab Serang dan UGM. Jadi bagaimana wisata religi yang ada di Tanara diharapkan bisa lebih berkembang sesuai dengan harapan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.
“Juga harapan dari masyarakat Kabupaten Serang menjadikan Tanara tempat kunjungan wisata religi, bukan hanya event nasional tapi juga bisa menjadi event internasional,” ujar Rahmat, Selasa (10/1/2023).
Pada Launching Atraksi Budaya Wisata Religi Tanara tersebut, Rahmat menjelaskan, akan ada festival dengan menampilkan kebudayaan yang terkait dengan keagamaan.
Kegiatan ini bisa terlaksana atas kerjasama dalam bentuk penta helix dengan melibatkan berbagai stakeholder baik dari pihak Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Prima Graha (UPG), sekolah dan para penggiat-penggiat pariwisata.
“Kegiatan ini ada untuk menyampaikan, mempromosikan wisata religi salah satunya mengenalkan kitab kuning karangan Syekh Nawawi Al-Bantani. Jadi bagaimana nanti masyarakat kita ini lebih familiar dengan cerita, sejarah yang ada di Tanara yakni Syekh Nawawi Al Bantani,” tambahnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, pada launching atraksi budaya tersebut akan menampilkan silat kaserangan, pentas seni budaya islami ada di Pontirta (Pontang, Tirtayasa dan Tanara) dapat tumbuh berkembang secara maksimal dan di kenal oleh masyarakat luas.
“Mungkin selama ini orang datang ke Tanara hanya untuk Haul Syekh Nawawi Al Bantani saja, tapi kedepannya kita berharap ada berbagai budaya yang tampil di dalam Haul Syekh Nawawi tersebut sehingga masyarakat tambah mengenal dan mencintai budaya yang ada di Tanara,” ungkap Anas.
Anas mengungkapkan, Pemkab Serang dalam hal ini Dinas Lingkungan hidup (DLH) bersama para Mahasiswa UGM yang tengah melaksanakan KKM di Kecamatan Tanara, bisa berkolaborasi memberikan contoh dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan.
Dengan cara, DLH akan menyiapkan kantong plastik pada momen kegiatan untuk membuang sampah secara terpisah baik organik dna non organik.
“Kita mulai mengajak dari situ mudah-mudahan nanti bisa menjadi kebiasaan masyarakat bagaimana nanti tercipta suasana di Tanara bersih, aman dan nyaman,” pungkasnya. (sidik)
























