SATELITNEWS.COM, LEBAK—Jelang tahun baru Imlek, penjulan Ikan Bandeng meningkat di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Pada perayaan Imlek, Ikan Bandeng dianggap sumber keberuntungan dan rezeki berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa sehingga tak mengherankan bila banyak dicari.
Salah seorang penjual ikan di Pasar Rangkasbitung, Evalina mengaku menjelang Imlek ada keuntungan tersendiri pedagang ikan basah seperti dirinya. Sebab, ada peningkatan permintaan terhadap ikan dengan nama latin Chanos chano ini.
“Ada peningkatan penjualan ikan Bandeng, tapi tidak hanya Bandeng saja, udang besar dan Tenggiri juga tidak kalah banyak peminatnya. Jadi menjelang perayaan Imlek ini ketiganya cukup ramai dibeli,” kata Eva di Pasar Rangkasbitung, Kamis (19/01/2023).
Ikan Bandeng yang diyakini masyarakat Tionghoa diyakini sebagai simbol rezeki yang besar dalam kehidupan. Banyaknya duri yang terdapat pada ikan tersebut bisa dimaknai sebagai manusia dalam menjalankan kehidupan yang rumit. Mereka, biasanya mencari ukuran yang besar karena akan dihidangkan pada saat perayaan Imlek.
“Kebanyak dari mereka mencari ikan yang ukurannya besar, ya 1 Kilogram. Ikan itu informasi buat nanti sembahyang, jadi cari ukurannya yang besar,” ujarnya.
Untuk harga, 1 Kg Bandeng mencapai Rp 50 ribu. Ikan seukuran ini biasanya berjumlah satu hingga tiga ekor. Tergantung keinginan pembeli. Tapi, kebanyak konsumen berkeinginan yang ukurannya 1 Kg satu ekor. “Pokoknya kebanyakan dari mereka menginginkan ukurannya yang besar,” Eva kembali menegaskan kebanyakan peminat Bandeng.
Baca Juga: Harga Daging Melonjak Jelang Ramadan di Lebak, Ayam Rp 40 Ribu dan Kerbau Rp180 Ribu
Walaupun saat ini cuaca ekstrem masih terjadi, katanya untuk pasokan sendiri masih relatif normal. Begitupun harganya juga tidak terlalu mahal alias masih standar. “Semua masih relatif normal baik harga maupun pasokan,”
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Setiawan membanarkan, menjelang tahun baru Imlek permintaan Ikan Bandeng meningkat. Ikan tersebut, kata Dedi biasanya akan dipergunakan saat puncak tahun baru Cina. “Untuk harga selain Ikan Bandeng semuanya masih normal. Kita terus pantau,” kata singkatnya.(mulyana)
























