SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Gara – gara tembok pagar SMP Negeri 2 Pulosari ambruk, membuat satu ruang SD Negeri 1 Banjarwangi, jebol. Kini, ruang kelas itu tak digunakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/1/2023) lalu, sekitar pukul 06.30 WIB.
Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 1 Banjarwangi, Taufik Hidayat mengatakan, ruangan sekolah yang ambruk tersebut tidak dipergunakan untuk KBM. “Untuk ruangan yang tertimpa pagar, mengalami kerusakan. Sehingga, tidak digunakan dulu. Sebab khawatir, nanti bisa membahayakan siswa,” kata Taufik, Senin (30/1/2023).
Untuk itu kata dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, terkait kondisi itu.
“Kami sudah menyampaikan kerusakan tersebut kepada pihak dinas. Mudah-mudahan, bisa secepatnya ada tanggapan,” harapnya.
Sementara, Camat Pulosari, Gimas Rahadiyan, membenarkan kejadian tersebut. “Kejadiannya hari Sabtu lalu. Kontur tanahnya menurun, antara SMPN 2 sama SDN 1 Banjarwangi. Jadi dari atas roboh, menimpa ke bawahnya,” ungkap Gimas.
Untuk itu kata dia, pihaknya telah meninjau lokasi dan membuat laporan, untuk usulan pengajuan perbaikannya. “Dari Muspika, sudah ke lokasi. Sementara, penanganan oleh pihak sekolah, dan sudah kita buat laporan untuk usulan ke Kabupaten,” imbuhnya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, M. Habibi menegaskan, dinas terkait harus secepatnya merespon laporan atas peristiwa tersebut. Karena, ini berkaitan dengan KBM pelajar di sekolah tersebut. Jangan sampai, anak didik berlama – lama menempati ruang belajar sementara, akibat ruang kelasnya rusak.
“Ini memang kejadian yang tak diduga – duga. Tapi, pihak dinas terkait harus quick respon (cepat tanggap). Kalau dinanti – nanti, kasihan generasi bangsa kita,” ungkap Habibi.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, anak didik harus mendapat fasilitas belajar yang layak. Agar mereka nyaman dan aman, khususnya saat menimba ilmu secara formal di ruang kelas. “Dinas terkait juga, harus peka menempatkan gedung sekolah jangan berada di lokasi yang membahayakan,” imbuhnya. (nipal)

















