SATELITNEWS.COM,SERANG—Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 triliun untuk subsidi 9 juta ton pupuk pada tahun anggaran 2023 ini. Angka itu tak memenuhi kebutuhan mengingat kebutuhan pupuk secara keseluruhan mencapai 28 juta ton. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen raya padi di Desa Sujung Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Rabu (8/2).
Syahrul menjelaskan subsidi pupuk sudah ditambah dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 8 juta ton menjadi 9 juta ton. Namun, jenis pupuk yang disubsidi dikurangi.
“Dimana dulu ada 67 jenis pupuk kini hanya tinggal 9 jenis. Tentu ini untuk menjaga jumlahnya agar tetap terjaga,” ucapnya.
Syahrul menyatakan penambahan jumlah pupuk subsidi merupakan wujud komitmen Pemerintah di dalam mendukung sektor pertanian. Sebab, kata dia, penambahan kuota dilakukan ketika harga pupuk di dunia naik tiga kali lipat.
“Di dunia, pupuk itu naik tiga kali lipat tetapi Presiden katakan kita komitmen. Tidak boleh ada penurunan tetapi tentu pembatasan-pembatasan terjadi. Subsidi pupuk sama dengan tahun lalu Rp25 triliun, cukup besar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syahrul juga mengatakan Banten merupakan daerah yang dikarunia matahari yang bersinar sepanjang hari dan tanah subur. Menurut dia di Banten tidak ada hari di Februari yang tanpa panen. Bahkan di Kabupaten Serang dan kecamatan Tirtayasa terdapat sekitar 700-800 hektare sawah yang panennya bergiliran.
Baca Juga: Prabowo Kunci BBM Subsidi, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap
“Oleh karena itu saya kira ini rahmat Tuhan yang luar biasa buat kita. Cuma memang pertanian ada waktu tanam pada Desember-Januari. Tetapi akhir Januari- Februari kita mulai berkejaran dengan panen. Hari ini pak gubernur meminta pada kami tidak hanya mementingkan on farm-nya artinya budidaya petani tapi perbaikan RMO penggilingan agar bisa ditingkatkan kualitasnya. Ini sesuai dengan arahan Presiden,” ucapnya.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Provinsi Banten berkontribusi menjadi 8 besar penyumbang ketahanan pangan nasional. Salah satunya dari sektor beras. Namun demikian, masih banyak hal yang dikembangkan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan daerah.
“Kawasan persawahan kita dan ini tidak lebih dari 120 km dari Jakarta. Nanti kita akan kelola itu melalui badan usaha,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, karena sektor pangan ini sangat berpengaruh terhadap laju inflasi, maka dari itu terus digiatkan untuk memastikan seluruh laha-lahan pertanian yang ada di Banten bisa produktif.
“Saat ini memang angka inflasi kita terjadi kenaikan sedikit, yang salah satunya disebabkan dari faktor beras,” ucapnya. (mg2/gatot)
