Selasa, 30 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Membaca Kembali Relasi PKB-PBNU

Oleh: Fathurrahman Yahya*

Oleh Deddy Maqsudi
Senin, 13 Feb 2023 07:19 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Membaca Kembali Relasi PKB-PBNU

MEMBACA KEMBALI RELASI PKB-PBNU: Fathurrahman Yahya, Peneliti dan Editor, Alumnus Pascasarjana Pemikiran Politik Islam Universite Ezzitouna, Tunisia/Mahasiswa Doktoral Komunikasi Politik dan Diplomasi Sekolah Pascasarjana, Universitas Sahid Jakarta. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

MENCERMATI sejumlah pemberitaan media, dalam rangkaian acara puncak peringatan satu Abad NU yang digelar di Sidoarjo, 7 Februari 2023, tidak terlihat kader-kader NU dari elit Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hadir, termasuk ketua Umum PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Dari sini kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan spekulatif seputar hubungan PBNU-PKB ke depan. Bagaimana relasi antara PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya Cholil Staquf dengan PKB di bawah kepemimpinan Gus Muhaimin Iskandar? Lalu, Bagaimana implikasi (politis) rigiditas hubungan kedua elit – tokoh NU tersebut terhadap perolehan suara PKB pada pemilu 2024?

 

Awal Perseteruan

Setelah diumumkan sebagai Ketua PBNU terpilih periode 2022-2027, Gus Yahya menyatakan akan “menghidupkan Gus Dur”. Pernyataan tersebut memiliki makna ideologis dan politis sekaligus bahwa pada satu sisi, di bawah kepemimpinannya, NU akan mengejawantahkan pemikiran, ideologi dan sikap politik Gus Dur yang menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme, pluralisme dan demokrasi. Namun, pada sisi lain, pernyataan tersebut seolah ingin menegaskan bahwa nama Gus Dur sebagai salah satu tokoh pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tereleminasi oleh kepengurusan PKB Muhaimin Iskandar akan dipulihkan. Poin ini bisa dibaca sebagai sinyal “babak baru” relasi PKB-PBNU.

Sikap a-politis Ketum PBNU dalam relasinya dengan PKB semakin jelas terdeteksi ketika nama-nama pengurus PBNU periode 2022-2007 diumumkan. Tidak ada kader atau pengurus struktural PKB dalam kepengurusan PBNU, padahal tidak sedikit politisi (kader NU) dari partai-partai lain yang terakomodasi sebagai pengurus struktural PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya.

Sinyal perseteruan semakin menguat ketika Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar tidak tampak hadir dalam pengukuhan pengurus PBNU di Balikpapan 31 Januari 2022 yang lalu.

Baca Juga: Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Strukur kepengurusan jumbo PBNU yang mereprsentasikan cakupan luas wilayah (NU) maupun kader NU di sejumlah partai politik, memperlihatkan bahwa posisi dan tanggung jawab NU semakin besar. Tetapi dalam perspektif politik, hadirnya sejumlah kader NU dari partai-partai politik maenstrem dalam elit struktural kepengurusan PBNU, minus PKB, bisa memperlebar jarak (politis) antara PBNU-PKB. Nah, Jika sinyal perseteruan politis antara Ketum PBNU dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar menguat, bagaimana implikasinya terhadap perolehan suara PKB dari kalangan Nahdliyyin yang selama ini terkooptasi ke dalam PKB – Muhaimin Iskandar?

Suara politik Nahdliyyin yang pada pemilu 2014 dan 2019 banyak terkooptasi ke dalam PKB, pada pemilu 2024 diprediksi akan mengalami pergeseran. Selama dua periode tersebut, disadari atau tidak, dukungan emosional Nahdliyyin terhadap PKB ditopang oleh dukungan institusional PBNU di bawah kepemimpinan KH. Said Aqil Sirodj (2010- 2015 dan 2015-2020).

BeritaTerbaru

Gagal Nyalip Truk di Jalan Sudirman Tangerang, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Gagal Nyalip Truk di Jalan Sudirman Tangerang, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Senin, 29 Jun 2026 14:50 WIB
Ribuan Relawan SPPG Kepung Kantor Bupati Tangerang, Minta Program MBG Dilanjutkan dan Diatur dalam UU

Ribuan Relawan SPPG Kepung Kantor Bupati Tangerang, Minta Program MBG Dilanjutkan dan Diatur dalam UU

Senin, 29 Jun 2026 14:11 WIB

SPMB SMP Kota Tangerang Jalur Domisili Diperpanjang Akibat Perlambatan Akses, Kepala Diskominfo Minta Maaf

Senin, 29 Jun 2026 09:07 WIB
Terseret Arus Laut Cihara, Wisatawan Asal Jakarta Ditemukan Tewas di Lebak

Terseret Arus Laut Cihara, Wisatawan Asal Jakarta Ditemukan Tewas di Lebak

Minggu, 28 Jun 2026 19:00 WIB

Pada era tersebut, PKB-PBNU tampak seperti menara kembar yang saling terhubung. Bahkan, politik praktis, terutama saat pencalonan Wakil Presiden (KH. Ma´ruf Amin) untuk mendampingi Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019, secara terang-terangan digerakkan oleh lobi-lobi politik Gus Muhaimin dan elit struktural di PBNU.

Kedekatan PBNU dengan politik praktis saat itu menjadi sorotan. Maka, PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya sepertinya ingin menjaga jarak dan hendak kembali kepada semangat Khittah 1926. Hanya saja, semangat ini masih perlu diuji dalam beberapa tahun ke depan, mengingat keberadaan politisi aktif (kader NU) dari sejumlah partai politik dalam struktur kepengurusan PBNU saat ini, akan berusaha untuk mempengaruhi suara politik Nahdliyyin di tingkat arus bawah untuk kepentingan partainya masing-masing. Artinya, tarik menarik kepentingan politik antar politisi kader (NU) yang berbeda partai di dalam PBNU itu sendiri tidak bisa dihindari. Di sini, politik praktis juga – mungkin-tidak terelakkan.

 

Perlu Rekonsiliasi

Baca Juga: Muthmainah Tinggalkan Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih

Dalam kondisi seperti ini, secara psikologis yang dirugikan adalah PKB besutan Gus Muhaimin Iskandar, karena bagaimanapun sikap apatis Ketua Umum PBNU terhadap PKB Gus Muhaimin, akan mempengaruhi ikatan emosiaonal Nahdliyin. Dalam batas-batas tertentu, posisi PKB saat ini seolah di down grade PBNU, yang sebelumnya memiliki “privilege” mengkooptasi suara politik Nahdliyyin melalui dukungan implisit PBNU. Artinya, kemesraan yang terjalin antara PKB dengan PBNU seperti masa kepemimpinan KH. Said Aqil Siroj sudah berakhir.

Gus Muhaimin tentu memahami posisi hubungan PKB dengan PBNU ke depan. Maka, politisi yang disebut Buya Syafii Maarif sebagai The real Politician (2018), tidak kalah langkah. Ia mulai gencar melakukan manuver politik – membranding – PKB – agar tetap menjadi rumah politik primadona bagi Nahdliyyin, walaupun tanpa legitimasi “dukungan” PBNU. Gerakan Nahdliyyin Bersatu (GNB) dan gerakan dukung Gus Muhaimin Calon Presiden 2024 terus bergema di mana-mana. Lebih dari itu, dalam peringatan satu abad NU, PKB menyelenggarakan Forum Ijtima´ Ulama Nusantara di berbagai tempat mengakamodir politik para kiai dan nyai untuk membesarkan PKB. Nah, manuver ini setidaknya akan memberi marketing effect bagi PKB bahwa tanpa dukungan politik Ketua Umum PBNU-pun (baca : Gus Yahya Staquf), PKB masih bisa diterima pasar, utamanya kalangan Nahdliyyin di tingkat akar rumput.

Indikator keberhasilan manuver politik Gus Muhaimin dalam membranding PKB di tengah relasinya yang kurang baik dengan Ketua Umum PBNU dapat dilihat dari hasil sejumlah lembaga survie. Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang Kompas : 17-30/1/2022) misalnya merilis bahwa loyalitas pemilih PKB mencapai 78,4 %. Selanjutnya, Charta Politika (25/4/2022) juga merilis tingkat kepuasan pemilih terhadap elektalibitas partai politik. Hasilnya, PDIP mendapat 24,7 %, Gerindra 11,9 %, kemudian disusul PKB 9,8 %, menyalip Golkar yang berada di posisi keempat dengan angka 9,2%.

Dengan angka-angka tersebut semakin meyakinkan Gus Muhaimin Iskandar bahwa PKB tanpa dukungan PBNU masih bisa survive, sehingga ia berani mengklaim bahwa tanpa pengaruh ketua Umum PBNU-pun pemilih PKB solid.

Sejatinya, PKB-PBNU segera mencari jalan rekonsiliasi sebelum perseteruan di antara keluarga besar (PKB dan PBNU), terutama dari kerabat “Bani Hasyim” itu semakin meruncing. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah lahir dari rahim PBNU (1998) yang diinisiasi dan dideklarasikan tokoh-tokoh NU semisal ; KH. Ilyas Ruchiyat, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Mostofa Bisri, dll. sebagai rumah politk kaum Nahdliyyin. Kini, rumah politik Nahdliyyin itu sudah besar, sehingga perlu dirawat bersama-sama agar tidak lekang dan tetap nyaman untuk menjadi tempat perjuangan politik dan ideologi – kebangsaan dan kemanusiaan – dalam rangka menjaga NKRI sebagaimana dicita-citakan para tokoh NU.

Perjuangan untuk membesarkan pemikiran dan ideologi tokoh-tokoh NU, termasuk pemikiran Gus Dur, bisa melalui jalur kultural atau struktural, atau keduanya sekaligus. Mamang, NU tidak berpolitik praktis, tetapi Nahdliyyin perlu memiliki rumah politik (sendiri) agar lebih leluasa mengejawantahkan cita-cita politik tokoh-tokoh NU itu sendiri. Saatnya PKB-PBNU bersilaturrahmi, membangun relasi yang lebih baik untuk bersinergi. Wallahu A´lam. (*)

 

*(Peneliti dan Editor, Alumnus Pascasarjana Pemikiran Politik Islam Universite Ezzitouna, Tunisia/Mahasiswa Doktoral Komunikasi Politik dan Diplomasi Sekolah Pascasarjana, Universitas Sahid Jakarta)

Tags: gus durnahdliyyinNUPBNUpkb
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Ikuti Hadir di Hajatan, Jari Balita di Ciledug Tersangkut Seng
Headline

Ikut Orang Tua Hadir di Hajatan, Jari Balita di Ciledug Tersangkut Seng

Minggu, 28 Jun 2026 18:21 WIB
Ilustrasi lelang jabatan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Pandeglang, 20 Orang Dinyatakan MS Dan 1 Orang TMS

Minggu, 28 Jun 2026 17:18 WIB
Ribuan Warga Tangsel Rela Antre Demi Sembako Murah di Bazar HUT Bhayangkara ke-80
Headline

Ribuan Warga Tangsel Rela Antre Demi Sembako Murah di Bazar HUT Bhayangkara ke-80

Minggu, 28 Jun 2026 16:23 WIB
Pelaku Curanmor di Cipondoh Nyamar Jadi Pengamen, Ditangkap di Lampu Merah
Headline

Pelaku Curanmor di Cipondoh Nyamar Jadi Pengamen, Ditangkap di Lampu Merah

Minggu, 28 Jun 2026 13:50 WIB
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa. (ISTIMEWA)
Banten Region

Anggota DPRD Banten: Kenaikan Harga Obat Jangan Ganggu Akses Pelayanan Kesehatan

Sabtu, 27 Jun 2026 16:55 WIB
SIDAK - Komisi I  di dampingi Wakil Ketua DPRD Turidi Susanto, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RW 05, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, terkait penutupan jalan warga oleh pihak pengembang PT Poris Indah Graha, Jumat (26/6/2026). (ISTIMEWA)
Headline

Sidak RW 05 Poris Gaga, Komisi I: Para Pengembang di Kota Tangerang Harus Beri Akses Jalan

Sabtu, 27 Jun 2026 10:32 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Realisasi Investasi di Kota Tangerang Capai Rp5,45 Triliun, Serap 11.632 Tenaga Kerja

Realisasi Investasi di Kota Tangerang Capai Rp5,45 Triliun, Serap 11.632 Tenaga Kerja

Kamis, 25 Jun 2026 15:38 WIB
MEMIMPIN RAPAT : Sekda Banten Deden Apriandhi, memimpin rapat koordinasi dengan KPK RI. (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Libatkan KPK Awasi Pengadaan Barang dan Jasa

Kamis, 25 Jun 2026 17:58 WIB
Gerai Samsat Hadir di Tigaraksa Tangerang Mulai Jumat 26 Juni

Gerai Samsat Hadir di Tigaraksa Tangerang Mulai Jumat 26 Juni

Rabu, 24 Jun 2026 17:44 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana. (ISTIMEWA)

PT BPR Serang Berpeluang Kelola Siltuntif Desa

Kamis, 25 Jun 2026 19:35 WIB
Wali Kota Tangerang Ajak Bangun SDM Berkualitas dari Keluarga

Wali Kota Tangerang Ajak Bangun SDM Berkualitas dari Keluarga

Senin, 29 Jun 2026 15:16 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.