SATELITNEWS.COM, LEBAK—Cuaca ekstrem serta gelombang tinggi menjadi salah satu faktor Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, TNI-Polri, BPBD, dibantu nelayan, dihari ke-7 ini belum membuahkan hasil ketika melakukan pencarian jasad Dede Ramdani (23) yang hilang terseret ombak pantai Panggarangan, Kabupaten Lebak. Sesuai SOP, pencarian pun dihentikan terhadap warga Lebak tersebut.
Dede Ramdani (25) warga Kampung Ciherang, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, dilaporkan hilang setelah dihantam ombak Pantai Panggarangan ketika menyeberangi Muara Sungai Cisiih, Selasa (14/02/2023). Insiden itu terjadi selepas ia mencari ikan sejak dini hari.
Dede yang saat itu selepas mencari ikan hendak akan pulang ke rumahnya dengan menyeberangi sungai yang saat itu tengah naik akibat gelombang laut. Nahas, ketika akan nyeberang, pemuda tersebut dihantam derasnya ombak pantai dan seketika hilang. Petugas yang dibagi dua melalui jalur darat dan laut terus berupaya agar korban bisa segera ditemukan. Namun, hingga hari ke-7 berdasarkan keterangan Basarnas Banten, hasilnya nihil.
“Untuk pencarian kemungkinan hari ini yang sudah memasuki hari ke-7 pencarian terakhir. Walaupun dihentikan kita tetap melaksanakan pemantauan karena belum ditemukan tanda- tanda korban,” kata Estu Riyadi Anggota Basarnas Banten sekaligus Tim Pencarian, saat dihubungi melalui teleponnya oleh wartawan, Senin (20/02/2023).
“Dari Basarnas sendiri sudah menginformasikan kepada nelayan dan masyarakat apabila menemukan korban bisa menghubungi kita. Apabila terdapat tanda tanda korban maka operasi pencarian akan dilakukan kembali,” Estu menjelaskan sesuai SOP.
Sejak awal Februari Kabupaten Lebak khususnya di bagian selatan kerap diterpa cuaca ekstrem, diduga faktor tersebut mempengaruhi pencarian tim sar terhadap korban. “Ya kendala yang jelas cuaca dan tinggi gelombang, terkadang titik luas pencarian yang sudah kita ploating tidak dapat dijangkau karna tingginya gelombang,” ujarnya.
Baca Juga: Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut
Senada dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, cuaca ekstrim yang berpotensi timbulkan gelombang tinggi menjadi salah satu faktor terhambatnya pencarian. Petugas yang berusaha mencari baik lewat darat maupun ke tengah laut sejauh ini belum bisa menemukan korban.
“Sesuai SOP betul, dihentikan. Kita tetap monitoring di lokasi sekitar. Kita juga imbau warga jika menemukan korban untuk segera melaporkannya ke petugas di wilayah hukum setempat,” ujar Febby. “Kepada warga yang berada di pesisir pantai untuk selalu meningkatkan kewaspadaan akan potensi gelombang tinggi maupun bencana lainnya. Sebab, wilayah Lebak sejauh ini masih kerap terjadi ujan dengan intensitas tinggi,” tandasnya.(mulyana)
























