SATELITNEWS. COM, LEBAK – Sungguh beruntung nasib Asep Ismatullah yang kini jadi Imam di Masjid Al-Akhyar, Dubai, Uni Emirat Arab. Pemuda asal Kampung Panyandungan, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, kini menjadi kebanggan warga terlebih sanak keluarganya.
Asep, berkiprah menjadi imam di Masjid di negara yang dikenal memiliki gedung pencakar langit itu sejak tahun 2017 hingga saat ini. Namun di balik kesusksesan itu, banyak hal yang harus dilalui asal pemuda Kecamatan Maja ini salah satunya bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Jakarta.
“Jadi tidak sengaja, waktu itu (tahun 2017) saya dan Asep berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pengajian yang akan berangkat umrah. Dapat info dari teman ada tes itu (menjadi Imam Masjid di Dubai) nah kita daftar. Alhamdulilah, adik saya keterima sementara saya gak,” kata Abdul Basit kakak dari Asep Ismatullah saat ditemui di rumahnya di Kampung Panyandungan belum lama ini.
Kisah membanggakan yang diukir oleh Asep Ismatullah sebelumnya harus mengikuti sejumlah rangkaian tes dari Kementerian Agama Uni Emirat Arab, dan bersaing dengan ribuan peserta lainnya dari berbagai daerah. Asep dinyatakan memenuhi klasifikasi dan lolos dan berangkat ke Dubai.
Sementara di buminya Asep dan menjadi perbincangan di masyarakat itu bermula salah satu video saat Asep Ismatullah menjadi imam salat di Masjid Al-Akhyar, Dubai, Uni Emirat Arab yang di siarkan secara live streaming oleh salah satu radio di Uni Emirat Arab. Potong Video ini viral setelah salah seorang warga mengunggahnya di media sosial dan mendapat respon positif dari warga, mulai dari bangga, terharu dan berbagai ragam sanjungan lainya.
“Ya selain harus bersaing dengan ribuan peserta, setiap peserta tes imam masjid harus Hahfiz 30 Juz , harus lancar hafalannya dan menguasai bahasa Arab,” terang Abdul Basit.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Apresiasi Dua Pemuda yang Harumkan Kota Tangerang
Asep Ismatullah, kata Abdul Basut, sudah enam tahun menjadi Imam Masjid dan bermukim di Uni Emirat Arab. Keluarga besar sangat bangga dengan pencapaian yang di raih oleh putra Kampung di Lebak ini.
Asep, yang sudah senang dengan bacaan ayat suci Alqu’an sudah terlihat sejak dia mengecap pendidikan di pondok pesantren. Mulai di kampung halamannya hingga terakhir mengenyam pendidikan di salah satu ponpes di Kabupaten Sukabumi.
“Terakhir dia (Asep) pulang saat ada saudaranya nikahan. Nggak lama dia kembali lagi ke Dubai untuk menjalani tugasnya menjadi seorang Imam Masjid,” ujar Abdul Basit.
Warga Rangkasbitung, Sandi mengaku cukup bangga dengan prestasi yang didapat Asep menjadi Imam di negara yang dikenal makmur tersebut.
“Asep ini kan warga Lebak, jadi saya merasa bangga tanah kelahiran saya (Lebak) mendunia setelah asep menjadi Imam masjid di Dubai,” pungkasnya.(mulyana)
























