SATELITNEWS.COM, SERANG – Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Provinsi Banten, menjadi sorotan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, nilai APS Provinsi Banten mencapai 69,22 persen, sedangkan tahun sebelumnya 68,94 persen.
Atas hal itu, Pemprov Banten sedang merumuskan berbagai metode untuk meningkatkan APS tersebut.
Salah satu yang metode yang akan digagas oleh Pemrov Banten, dengan mengoptimalkan sistem pembelajaran daring atau hibryd.
Hal itu dinilai, cukup efektif diterapkan, terlebih dua tahun kebelakang, selama masa Pandemi Covid-19 metode pembelajaran itu sudah diterapkan.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, dengan mengimplementasikan sistem pembelajaran hibryd, mudah-mudahan cakupan minat belajar anak-anak bisa semakin meningkat. karena dengan sistem ini, metode pembelajaran bisa lebih mudah dan murah.
“Tinggal kita lengkapi saja beberapa hal yang masih menjadi kekurangannya untuk disempurnakan agar bisa diakses oleh seluruh masyarakat Banten,” kata Al Muktabar, Selasa (2/5/2023).
Dengan metode pembelajaran hibryd ini, lanjutnya, dimungkinkan juga nanti sistem pembelajaran akan dibentuk menjadi beberapa shif.
Dengan begitu, akan semakin banyak siswa yang terserap dalam satu tahun ajaran baru.
“Karena dengan sistem pembelajaran ini kita tidak terbatas oleh ruang-ruang kelas, jadi bisa lebih dioptimalkan,” imbuhnya.
Diakui Al, metode ini dipastikan tidak akan berdampak buruk bagi keberadaan sekolah swasta. Pihaknya sudah memperhitungkan secara betul terkait hal ini.
Justru, sekolah swasta nanti mempunyai kesempatan yang besar untuk bisa bersaing dengan negeri.
“Kita sudah atur itu. Yang pasti sekolah swasta tetap akan kita perhatikan,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, Pemprov juga tetap menggalakkan program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB). Hal itu penting dilakukan guna mendekatkan pelayanan dasar pendidikan kepada masyarakat.
“Pemerintah terus hadir dalam rangka meningkatkan SDM termasuk juga peran serta masyarakat stakeholder,” ungkapnya.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten M. Tabrani mengatakan, selain beberapa hal di atas, strategi lainnya dalam peningkatan itu yakni mendekatkan sekolah-sekolah formal ke pondok-pondok pesantren atau bisa juga melalui pembelajaran daring, jika para siswanya tidak ada waktu karena sambal bekerja.
“Kita targetkan di atas angka nasional atau setidaknya sama,” pungkasnya.
Sementara, untuk meningkatkan mutu penyelenggaran pendidikan, ini dilakukan dalam upaya menurunkan angka pengangguran terbuka yang ada di Provinsi Banten ini, dimana salah satu penyumbangnya dari lulusan SMK.
“Kita akan lakukan kordinasi dengan beberapa pihak terkait serta kita akan dorong peningkatan sarana prasarana sekolah, seperti ruang praktik dan penyelarasan kurikulum agar lulusan SMK itu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya. (mg2)