SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pasca Lebaran Idulfitri 2023, harga bawang merah di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten mengalami kenaikan. Bila sebelumnya untuk 1 Kg adalah Rp 30 ribu kini menjadi Rp 45 ribu. Naiknya salah satu komoditas pertanian itu diduga akibat kelangkaan pasokan dari petani.
Meti, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Rangkasbitung membenarkan adanya kenaikan harga bawang merah. Ia menyebut, kenaikan itu lantaran pasokan yang dikirim mengalami keterlambatan. “Infonya sih dari petani ya, tapi kurang tahu juga. Yang jelas saat ini harga bawang merah kita jual Rp 45 ribu/Kilogramnya dari sebelumnya hanya Rp30 ribu,” kata Meti, Minggu (07/05/2023).
Harga bawang merah cenderung mengalami kenaikan harga pasca Lebaran 1.444 Hijriah. Namun tidak untuk sejumlah komoditas pertanian lainnya, berdasarkan berdasarkan keterangan pedagang justru mengalami penurunan harga. “Ya hanya bawang merah saja yang masih tingginya harga. Kenaikan ini membuat para pembeli keberatan karena harganya Rp 45 ribu/kilogram,” ujar Meti.
Sementara Nurhasanah, salah satu pembeli mengaku bingung dengan naiknya harga bawang merah pasca Lebaran kali ini, jelas memberatkan dirinya selaku ibu rumah tangga. Sebab, ia harus menambah atau meminimalisir keuangan untuk kebutuhan lainnya.
Ibu pengusaha warung makan ini berharap harga bawang merah bisa ditekan sehingga tidak membengkakan biaya produksi usaha warungnya. “Kita kan buat jualan lagi ya (warteg-red) jadi sangat keberatan. Harusnya sih itu bisa buat belanja keperluan yang lain juga kan,” ucap Nurhasanah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Setiawan mengaku, pihaknya terus memonitoring kenaikan harga terhadap bawang merah tersebut. “Ya betul naiknya harga bawang merah karena pasokan yang minim. Kendati demikian, untuk saat ini ketersediaan masih cukup,” katanya.(mulyana)
Baca Juga: Kios Sawarna Terbengkalai, Begini Respons DPRD Lebak
























