SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Wakil wali kota Tangerang Sachrudin menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Satpol PP Kota Tangerang yang telah melakukan penertiban di Pasar Anyar Tangerang maupun lokasi lainnya. Namun demikian, dia menekankan agar para penegak perda itu tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam melaksanakan tugasnya.
“Harus tetap kedepankan sisi kemanusiaan, humanis dalam menjalankan tugas,”katanya saat menjadi pembina apel, Senin (08/05/2023). Sachrudin mengatakan, petugas tidak perlu ketakutan apabila sudah menjalankan tugas sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). “Pemerintah dengan masyarakat itu ibarat orang tua dengan anak. Jadi nggak mungkin orang tua ingin menyakiti anaknya”ungkapnya.
Terkait insiden “banting” yang ramai diberitakan, Sachrudin usai apel menyebut hal itu sebagai informasi yang dilebih-lebihkan. “Itu dibesar-besarkan ya. Sebenarnya tidak seperti yang diberitakan, katanya ada pedagang yang dibanting. Sebenarnya kan biasa kalau ada gerakan-gerakan dalam menyikapi persoalan, masyarakat menyampaikan aspirasi mereka dengan gerakan cepat berlari. Itu karena kesiak, kemudian jatuh terpelanting, jadi kesannya dibanting. Dia kembali menekankan perintah kepada Satpol PP dalam melakukan penertiban adalah dengan menekankan SOP. “Jadi kalau sudah SOP tidak boleh ada yang menyalahi aturan, semua harus kita lakukan humanis dan mengedepankan nilai-nilai kemanusian,” ulangnya.
Sementara ditanya kapan proses revitalisasi akan mulai dilaksanakan, Sachrudin menyebut segera. Untuk itu, prosesnya akan sudah dimulai dari sekarang. “Pasar Anyar akan dilakukan revitalisasi, kita juga dapat anggaran dari pusat yang mana sebelum dilaksanakan revitalisasi dilakukan penertiban. Sebenarnya penertiban ini kita mengajak semua lapisan masyarakat untuk menaati aturan karena yang digunakan oleh pedagang itu badan jalan, trotoar dan itu hak pengguna jalan, hak pejalan kaki yang harus kita pergunakan fungsinya,” katanya. Dengan demikian, dia mengatakan akses menuju pasar bisa tercipta seperti sedia kala. (made)
























