SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi yang pertama mendaftarkan para bakal calon anggota legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang. Dari 50 bacaleg yang didaftarkan, terdapat keterwakilan caleg milenial berusia 21 tahun.
“Saya sampaikan bahwa PKS komitmen dengan kaderisasi, karena tugas partai melahirkan kaderisasi kepimimpinan. Maka kemudian di tahun 2024 adalah tahun kaderisasi legislatif di PKS, karena mayoritas anggota legislatif dari PKS itu akan berganti posisi,” ujar Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo.
Menurutnya, milenial mempunyai bobot kualitas yang lebih besar. Pihaknya, mempunyai skor khusus untuk milenial agar mendapatkan posisi yang strategis.
“Milenial itu punya bobot yang lebih besar, ketika dibikin skoring, ada skor khusus untuk milenial sehingga kita berusaha agar milenial itu mendapatkan posisi posisi yang penting, misalkan di daerah ini, itu milenial di nomor awal,” ungkapnya.
“21 tahun, paling muda. Jadi milenial kita kasih kesempatan untuk mengambil kursi-kursi yang penting di pencalegan,” sambungnya.
Untuk prospek ke depan, kata Arief, kebanyakan anak muda tidak percaya diri dengan kemampuannya. Maka dari itu, tidak hanya mendorong, pihaknya juga melakukan pembekalan dan penguatan agar terbentuk rasa percaya dirinya.
“Jadi kebanyakan milenial itu sering kali enggak PD dengan kemampuan dirinya, panggung sudah diberikan, pas suruh naik panggung gagal, padahal dia punya kemampuan,” jelasnya.
Baca Juga: Mad Romli-Irvansyah Siap Bekali Gen-Z Keterampilan Membangun Bisnis Start-up
“Makanya kita suruh dia enggak cuma naik panggung, tapi kita berikan pembekalan, penguatan, sehingga mereka berani naik. Nah ini tantangannya, banyak milenial yang enggak percaya diri makanya kita berikan pendampingan. Makanya kita adakan sekolah politik,” imbuhnya.
Arief mengungkapkan, pihaknya telah mendaftarkan 50 bacaleg pada Senin 8 Mei 2023 kemarin itu disebut sudah memenuhi ketentuan PKPU. Arief juga menyebut, PKS akan terus komitmen menjadi garda terdepan dalam membela masyarakat.
“Jadi sehingga prosesi pendaftarannya pun kita ingin memudahkan rakyat untuk melihat, menyaksikan, berinteraksi. Bahkan pun kita melibatkan rakyat seperti ojek online, tukang delman. Karena budaya lokal penting sekali karena ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru kalau kita kelola sebagai ekonomi kreatif,” paparnya.
“Kita berharap Kota Tangerang menjadi kota yang masyarakatnya bahagia, sejahtera dan bermartabat melalui pembangunan yang berkeadilan berwawasan lingkungan dan juga partisipatif,” pungkasnya. (mg3)
























