Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Protein Hewani Jurus Sakti Cegah Stunting

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 14 Jun 2023 16:10 WIB
Rubrik Kabupaten Tangerang, Metro Tangerang
Protein Hewani Jurus Sakti Cegah Stunting

FOTO BERSAMA: Plt Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Nursodik Gunarjo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Achmad Muchlis dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association Rita Ramayulis usai acara diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Genbest Talk “Protein Hewani Jurus Sakti Cegah Stunting” di Kabupaten Tangerang, Selasa (13/6/2023). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Protein hewani adalah instrumen gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun untuk mencegah stunting. Hal ini karena pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Protein hewani juga tidak mahal sehingga bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Demikian diskusi yang mengemuka dalam diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Genbest Talk “Protein Hewani Jurus Sakti Cegah Stunting” di Kabupaten Tangerang, Selasa (13/6/2023).

Dalam kesempatan tersebut Pelaksana Tugas Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Nursodik Gunarjo mengingatkan bonus demografi saat ini sudah dimulai, namun Indonesia masih memiliki beberapa tantangan, salah satunya stunting.

“Harus diakui di Indonesia ini kita masih memiliki tantangan besar, yang disebut dengan stunting. Jika bonus demografi ini tidak dikelola dengan baik, ke depan (kemajuan) Indonesia juga akan terhambat,” kata Nursodik dalam acara yang dihadiri oleh 150 generasi muda di Kabupaten Tangerang itu.

Ia menjelaskan, kualitas keluarga dan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci Indonesia bersaing dan berkompetisi dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini terus berupaya mendorong kualitas SDM guna menurunkan angka stunting.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association Rita Ramayulis dalam acara tersebut mengatakan protein hewani penting untuk mencegah anak stunting. Protein hewani juga tidak selamanya identik dengan harga yang mahal. Menurutnya masyarakat sering kali salah persepsi menganggap bahwa makanan berprotein itu mahal, padahal protein hewani itu terdapat di berbagai macam jenis makanan.

Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi

“Enggak (mahal) sih, cuman kan yang viral-viral ini seperti ikan salmon, steak wagyu, ya iyalah mahal. Tapi coba kita pilih telur, ikan kembung, ikan teri, ikan mas, ikan lele dan masih banyak lagi protein hewani yang masih terjangkau dan memiliki manfaat yang sama seperti yang mahal-mahal tadi,” jelasnya.

Rita menyebut kesalahan dalam proses penyajian berperan besar dalam berkurangnya protein hewani yang terkandung dalam makanan. Menurutnya, seringkali masyarakat merasa makan ikan salmon dan ikan lele berbeda manfaatnya bagi tubuh, padahal yang menjadi masalah bukan jenis ikannya melainkan dalam proses penyajiannya.

BeritaTerbaru

RAPBD Perubahan 2026, Belanja Daerah Diproyeksikan Naik Rp214,387 Miliar

Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 12:35 WIB

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB
Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB

“Kadang kita juga sering kali salah persepsi, ikan salmon lebih bergizi dibanding ikan lele, padahal yang salah bukan di jenis ikannya, tapi di cara penyajiannya. Tentu, orang yang sering makan ikan salmon cerdas, karena mereka menyajikan dengan tidak terlalu banyak proses. Sementara ikan lele yang kita makan, digoreng dengan minyak yang banyak, itu yang menyebabkan proteinnya rusak, ikan itu paling baik di ungkep atau dibikin sup, agar protein hewaninya tidak rusak,” papar Rita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Achmad Muchlis menekankan pentingnya pencegahan stunting saat remaja dengan mulai memerhatikan kesehatan serta memiliki pengetahuan yang cukup agar melahirkan generasi bebas stunting di masa depan.

“Pemenuhan gizi memang harus dari remaja,yang pertama dan yang paling utama itu 1.000 hari masa kehidupan, mulai di dalam kandungan hingga umur 2 tahun,” katanya.

Selain itu, kebutuhan gizi remaja juga ditujukan utamanya untuk perempuan saat menstruasi karena seringkali banyak perempuan saat pertama kali menstruasi tidak melaporkan ke layanan kesehatan padahal perlu untuk diberikan obat penambah darah. “Pencegahan stunting itu butuh waktu panjang dan seperti siklus yang saling berhubungan, sehingga perlu dimulai sejak remaja untuk persiapkan melahirkan generasi-generasi bebas stunting di masa depan,” tambahnya.

Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan angka stunting secara nasional sudah mengalami penurunan dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di tahun 2022. Namun begitu, angka ini masih di atas standar yang ditoleransi Badan Kesehatan Dunia WHO, yaitu di bawah 20 persen dan target pemerintah di angka 14 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya fokus mensosialisasikan pencegahan stunting kepada pasangan usia subur tetapi juga generasi muda karena mereka yang akan melahirkan generasi sehat dan bebas stunting di masa depan.

Kemenkominfo sejak 2019 telah menggandeng generasi muda untuk turut serta mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui Kampanye Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK Kemenkominfo Marroli J. Indarto, mengatakan program penurunan prevalensi stunting yang digencarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika sesuai dengan program utama Presiden dalam menekan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.

Genbest Talk yang diadakan di Kabupaten Tangerang ini merupakan bagian dari kampanye Genbest. Genbest mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. Melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid, Genbest juga menyediakan berbagai informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak, sanitasi, siap nikah, maupun reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografik, serta videografik. (dm)

Tags: dinas kesehatankabupaten tangerangkemenkominfoprotein hewanistunting
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:21 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Kota Tangerang

SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi

Sabtu, 5 Sep 2026 07:19 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

SIM Keliling Jakarta Sabtu 5 September, Cek di Sini Lokasinya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:18 WIB
Kota Tangerang

TPP PPPK Kota Tangerang Naik 15 Persen, ini Respons Forum Pegawai

Jumat, 4 Sep 2026 18:24 WIB
Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
Kabupaten Tangerang

Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi

Jumat, 4 Sep 2026 17:53 WIB
Headline

Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:03 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

UNJUK RASA -- Ratusan mahasiswa gabungan, berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/9/2026). Gapura Bambu yang berada di depan gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, jadi sasaran pembakaran. (ISTIMEWA)

Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Pandeglang, Gapura Bambu jadi Sasaran Pembakaran

Kamis, 3 Sep 2026 19:49 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Gratis, Targetkan 500 Kendaraan Per Hari

DLH Tangsel Gelar Uji Emisi Gratis, Targetkan 500 Kendaraan Per Hari

Selasa, 1 Sep 2026 18:03 WIB
Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol

Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol

Senin, 31 Agu 2026 08:21 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.