Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Ditengah Badai PHK, Banten Dapat Investor Tekstil dan Garmen

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Minggu, 25 Jun 2023 17:42 WIB
Rubrik Banten Region, Pemprov Banten
Ditengah Badai PHK, Banten Dapat Investor Tekstil dan Garmen

AL MUKTABAR–Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengklaim, pembukaan kawasan industri baru di Provinsi Banten itu, merupakan pilihan tepat. Karena akan banyak keuntungan yang didapatkan oleh para investor. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG–Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejumlah perusahaan besar di Provinsi Banten, sampai saat ini masih terus berlanjut. Dari sekitar 4.800 perusahan menengah ke atas, satu persatu mulai melakukan efesiensi karyawan, terutama mereka yang produksi alas kaki dengan orientasi utama ekspor.

Data terakhir, pabrik sepatu Adidas itu sedang proses melakukan PHK masal sekitar 5.000 karyawan dari jumlah keseluruhan sebanyak 9.000 karyawan.

Pabrik milik investor asal Korea Seralat, PT Parkland World Indonesia (PWI) 1 yang berlokasi di Gorda, Kabupaten Serang itu terpaksa melakukan PHK masal karena alasan efesiensi biaya operasional.

PWI 1 dikabarkan melakukan PHK masal karena akan melakukan relokasi pabrik ke wilayah Jawa Tengah. Relokasi itu diambil dengan pertimbangan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) di Provinsi Banten lebih tinggi dibandingkan di Jawa Tengah. Sehingga dengan begitu, perusahaan bisa melakukan efesiensi biaya operasional.

“Sekarang kan kondisi perekonomian global sedang sulit. Makanya perusahaan-perusahaan alas kaki yang berorientasi ekspor pasti akan melakukan efesiensi, termasuk salah satunya dengan cara PHK masal dan relokasi pabrik ke daerah yang UMK-nya lebih murah,” kata Edi Mursalim, Minggu (25/6/2023).

Sebelumnya, pabrik sepatu Adidas di Tangerang, Banten juga telah melakukan PHK atas sekitar 1.400 karyawan. Kabar itu pun dibenarkan oleh Direktur Utama PT Panarub Industry Budiarto Tjandra.

Baca Juga: Lulusan SMK Dibayang-bayangi Nganggur, Al Klaim Peluang Kerja di Banten Terbuka

Di tengah kondisi itu, Banten kedatangan satu investor baru PT Sinar Texindo Utama (STU) di Kecamatan Jawilan dan Kopo, Kabupaten Serang. Dengan luasan lahannya yang mencapai sekitar 121 hektar, PT STU membentuk satu Kawasan industry terpadu baru yang didalamnya terdapat Industri Hub, Textil Hub dan Garmen Hub.

Edi melanjutkan, PT STU merupakan pemain lama dalam dunia usaha textil dan garmen. Namun ia menyanksikan PT STU bisa bertahan lama di tengah kondisi puluhan pabrik garmen, textil dan sepatu yang relokasi ke wilayah Jawa Tengah.

BeritaTerbaru

Di Acara Raker Bapera, Gubernur Andra Ajak Pemuda Bangun Banten

Di Acara Raker Bapera, Gubernur Andra Ajak Pemuda Bangun Banten

Rabu, 9 Sep 2026 19:49 WIB
KLARIFIKASI -- Ketua IKAFA, Eri Sunarya, sampaikan klarifikasi. (ISTIMEWA)

Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi

Rabu, 9 Sep 2026 19:45 WIB
DIKELUHKAN -- ETLE terpasang di Jalan Soekarno-Hatta atau yang di kenal Jalan Bypass, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Tak Pernah ada Edukasi, ETLE di Jalan Bypass Lebak Dikeluhkan Masyarakat

Rabu, 9 Sep 2026 19:22 WIB
BELAJAR DARI RUMAH -- Seorang pelajar di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, melakukan belajar dari rumah didampingi orang tuanya, usai Pemkab Lebak memberlakukan PJJ yang kembali di perpanjangan sampai 11 September 2026, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Dampak Erupsi GAK Masih Terasa, Pemkab Lebak Perpanjang Kebijakan PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 19:17 WIB

“Perusahaan garmen, textile atau pabrik sepatu itu kan mudah. Mereka tinggal memindahkan mesin jahitnya saja ke tempat yang baru, tidak seperti jenis perusahaan lainnya. Tapi permasalahnnya, jika orientasinya ekspor itu bisa dipastikan tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Diakui Edi, sejumlah perusahaan besar lebih memilih relokasi ke jawa Tengah karena UMK di sana lebih murah. Contohnya di Kabupaten Boyolali yang tidak sampai Rp2 juta, Kabupaten Brebes juga hampir sama.

Sementara di Banten, itu mencapai Rp4,4 juta, dua kali lipat dari mereka. Selisih dari itu bisa digunakan untuk membayar modal pembangunan aset. Sehingga dalam waktu lima tahun, bisa dipastikan hutang aset itu sudah terbayar lunas dan mereka bisa untung lebih banyak.

“Aset-aset yang ada di sini, bisa saja nanti dibuat apartemen atau apapun itu. Yang jelas tetap akan mereka manfaatkan untuk perputaran uang. Gampang di negeri kit amah yang kaya gitu-gituan mah,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Pelari Ramaikan Kegiatan RUN 10K yang Digelar Dispora Banten 

Dari total sekitar 121 hektar lahan Kawasan industry baru milik PT STU itu, terbagi kepada tiga zona, pertama zona kavling industri seluas 67,4 hektar, Sarana dan Prasarana seperti kavling gudang 57,1 hektar, kavling komersial 12,2 hektar, kavling workshop 14,3 hektar, TPS LB3 7,3 hektar dan disediakan space untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 32,9 hektar.

Menanggapi hal itu, PJ Gubernur Banten Al Muktabar mengaku memiliki jurus khusus untuk membuat para investor yang ada di Banten tetap nyaman berinvestasi. Salah satunya dengan mendorong gerakan self inflovmen sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda) di Banten.

“Misalnya masalah Kesehatan dan Pendidikan bagi keluarga para buruh atau karyawan. Kita bisa cover itu melalui program BPJS dan pendidikan gratis yang kita miliki, sehingga mereka tidak terbebani akan hal itu lagi,” ungkap Al.

Al mengklaim, pembukaan kawasan industri baru di Provinsi Banten itu, merupakan pilihan tepat. Karena akan banyak keuntungan yang didapatkan oleh para investor.

“Pertama kondisi akses infrastruktur kita sudah cukup memadai, seperti akses jalan utama, tol maupun bandara atau pelabuhan. Semuanya tersedia dan dalam kondisi baik,” tambahnya.

Al berharap, dengan adanya kawasan industri terpadu baru ini, akan banyak menyerap tenaga kerja yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

“Dengan luas kawasan mencapai 121 hektar, PT STU akan membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja produktif, dnan ini bisa menjadi salah satu solusi menangani angka pengangguran di Provinsi Banten,” ucapnya.

General Manager (GM) PT Sinar Texindo Utama Rianti Fujianti mengatakan, dalam proses pembuatan kawasan industri terpadu ini banyak halangan dan kendala yang dihadapi, namun berkat suport yang begitu besar dari Pemprov Banten dirinya mendapatkan banyak kemudahan.

“Khususnya dalam proses perizinannya,” tandasnya.

Untuk itu, Rianti berharap dengan dukungan yang penuh dari Pemprov Banten itu, proses investasi yang sedang dilakukan ini berjalan dengan baik dan aman, sehingga investasi ini bisa mempercepat pertumbuhan perekonomian pemerintah daerah.

“Kami akan bisa lebih banyak lagi menarik investor asing dan lokal yang mau menamankan invetasinya di Banten, sehingga dengan begitu bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi,” pungkasnya.

“Investor yang masuk sudah ada dari industri textil dan garmen. Nanti akan masih banyak lagi yang masuk, sehingga nanti kami berharap kawasan ini menjadi yang terbesar di Provinsi Banten,” sambungnya. (mg2)

Tags: Badai PHKInvestasi di BantenPJ gubernur Banten Al muktabar
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

LOKAKARYA MULTIPIHAK -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, saat menggelar acara Lokakarya Mutlipihak I "SIMPUL MANTAPS", di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Cara Baru Menata Sampah Jadi Berkah, DLH Lebak Gagas SIMPUL MANTAPS

Rabu, 9 Sep 2026 19:13 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki menyampaikan keterangan kepada wartawan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang

Rabu, 9 Sep 2026 15:31 WIB
MENDATANGI POS SAR : Kapolda Banten Irjenpol Hengki, mendatangi pos SAR untuk mengetahui perkembangan pencarian lima wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 15:25 WIB
SPPG KOLELET -- Para pegawai SPPG Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, sedang menyiapkan menu. (ISTIMEWA)
Banten Region

Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif

Rabu, 9 Sep 2026 14:46 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian terhadap delapan orang, yang diduga hilang di perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tim Gabungan Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 11:14 WIB
BERDOA BERSAMA -- Pengurus dan jajaran anggota SMSI-PWI Pandeglang, berdoa bersama untuk keselamatan 5 Jurnalis 2 Crew Kapal dan 1 Guide, yang hingga kini hilang kontak. (ISTIMEWA)
Banten Region

5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama

Rabu, 9 Sep 2026 10:50 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

DPRD Banten Dukung Kebijakan PJJ, Yeremia: Pelajaran Harus Tetap Berbobot

DPRD Banten Dukung Kebijakan PJJ, Yeremia: Pelajaran Harus Tetap Berbobot

Senin, 7 Sep 2026 17:43 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

SIM Keliling Jakarta Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:46 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
ASN Pemkab Lebak, sedang mengikuti apel pagi. (ISTIMEWA)

Nasib 3.508 PPPK Paruh Waktu Lebak Menggantung

Selasa, 8 Sep 2026 20:08 WIB
BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

Rabu, 9 Sep 2026 07:19 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.