SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang baru saja mendapatkan penghargaan dari kelompok masyarakat difabel lantaran kepeduliannya terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Mulai dari penyelenggaraan sekolah inklusi hingga perhatian lainnya.
“Alhamdullilah di Kota Tangerang kita sudah mempersiapkan anak-anak kita terkait akan sekolah berkebutuhan khusus yaitu sekolah inklusi. Untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) jenjang SD sebanyak 53 sekolah dengan jumlah siswa di atas 500. Sementara untuk jenjang SMP sekarang sudah disiapkan 13 sekolah di seluruh kecamatan, total muridnya hampir 120 lebih. Ini artinya Pemkot Tangerang sangat antusias terhadap hal-hal yang berkebutuhan khusus,” ucap Kepala Disdik Kota Tangerang, Jamaluddin saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (01/08/2023).
Lebih jauh Jamal mengatakan, terkait sekolah inklusi baik SD maupun SMP pihaknya bahkan sudah menyiapkan anggaran sejak 2021 lalu. “Jadi kami harapkan, mudah-mudahan anak berkebutuhan khusus yang belum bersekolah bisa bersekolah di sekolah yang sudah dipersiapkan tadi,” ucapnya.
Selain itu, Jamal mengatakan dalam upaya kolaborasi dengan kaum difabel, Pemkot Tangerang berusaha mengakomodir kebutuhan masyarakat istimewa ini. “Apa yang menjadi kebutuhan anak-anak SD maupun SMP inklusi kami akomodir. Dan sekarang ini kita beri bantuan untuk SD Rp 100 juta untuk satu semester, demikian juga SMP. Jadi sudah berikan kebutuhan- kebutuhan untuk sekolah inklusi mulai dari sarana dan prasarana. Termasuk guru-gurunya kita kerja sama dengan perguruan tinggi,” ucapnya.
Sebelumnya, perwakilan United States Agency International Development (USAID) Madani Veni Siregar menyampaikan berkaitan dengan advokasi pendidikan inklusi dan akses bagi disablitas, Pemkot Tangerang dinilai selalu hadir. “Bahkan sampai dengan pembuatan perwal kita pun selalu dilibatkan,”akunya.
Lebih jauh Veni mengatakan, USAID Madani juga mendorong porsi kolaborasi ini menjadi supporter pada organisasi masyarakat sipil (OMS) untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “Sehingga salah satu hasilnya pendidikan inklusi kita salah satu terbaik di Indonesia dan kawan-kawan disabilitas berdaya mampu memberikan penghargaan terhadap pemda, bahkan boleh dibilang melebih DKI dan DI Yogyakarta. Ini menjadi satu capaian baik peran OMS menjadi penyeimbang dan pengawal perubahan di Kota Tangerang,” katanya.
Baca Juga: Soal Guru Honorer, Begini Kata Kadisdik Kota Tangerang
Direktur Yayan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) Tangerang Tuty Allawiyah menyampaikan pihaknya juga memberikan penghargaan kepada ASN dan Wali kota Tangerang atas kerjasama mereka. Sebab ada kurang lebih 633 anak disabilitas mendapatkan hak pendidikan di sekolah inklusi.
“Tidak hanya organisasi disabilitas saja yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Tetapi juga melalui festival ini pun non organisasi disabilitas bisa menjalin berkolaborasi silaturahmi kita bersama. Ini adalah jembatan kita untuk membangun Kota Tangerang yang lebih inklusif,” ujar Tuty kepada awak media. (made)
























