SATELIT NEWS.COM, TANGERANG—Persita Tangerang seolah-olah menemui jalan buntu saat bertanding melawan PSM Makassar di Indomilk Arena, Senin (7/8). Selama 90 menit pertandingan, Pendekar Cisadane hanya mampu memperoleh dua peluang bersih melalui aksi Ramiro Fergonz. Itu pun gagal dikonversi menjadi gol. Sebaliknya, PSM Makassar hanya butuh satu kesempatan untuk membobol gawang tuan rumah sekaligus membawa pulang tiga poin.
Kekalahan di kandang dari Bhayangkara FC coba ditebus Muhammad Toha dan kawan-kawan. Keinginan memenangi pertandingan terlihat dari upaya mereka terus menerus menekan lawan.
Sejak menit awal, Bae Shin Yeoung memimpin pergerakan timnya di dalam membongkar pertahanan tim juara Liga 1 musim lalu.
Meski demikian, tembok kokoh pertahanan PSM Makassar sulit tergoyahkan. Sepanjang 45 menit babak pertama, Persita hanya mendapatkan satu peluang emas melalui sepakan keras Ramiro Fergonzi dari luar kotak penalti pada menit ke-42. Sayang sepakan pemain asal Argentina itu membentur mistar gawang. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tensi permainan semakin panas. Wasit mengeluarkan 5 kartu kuning pada paruh kedua pertandingan. Salah satunya berujung kartu merah bagi pemain PSM Makassar.
Pada babak ini, pelatih Luis Edmundo menginstruksikan pemainnya untuk meningkatkan tempo permainan. Masuknya Matteo Bustos sempat memberikan harapan kepada kubu supporter tuan rumah.
Umpan Bustos kepada Ramiro Fergonzi pada menit ke-66 berubah menjadi peluang emas. Namun sontekan kaki kanan Fergonzi masih bisa diantisipasi oleh Reza Arya.
Kerja keras lini depan dan barisan gelandang membongkar pertahanan PSM Makassar terus berlanjut. Namun, pada menit ke-89, Kenzo Nambu yang melesat dari sisi kanan Persita mampu melepas tendangan kea rah kiper di kotak penalti. Sepakan yang sesungguhnya tidak terlalu keras itu gagal ditangkap Rendy Oscario. Blunder sang penjaga gawang menjadi hukuman bagi Persita. PSM mengubah skor menjadi 0-1.
PSM harus bermain dengan 10 pemain pada masa injury time. Dethan mendapat kartu kuning kedua karena menarik Umanailo. Hingga pertandingan berakhir, PSM dan Persita tak bisa menambah gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Bernardo Tavares tetap bertahan.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSM mengumpulkan 11 poin, duduk di posisi keempat klasemen Liga 1. Sementara itu, Persita ada di posisi ketujuh dengan 10 poin.
Pelatih Persita Luis Edmundo mengakui timnya tidak banyak mencetak peluang meski berhasil mengontrol jalannya pertandingan. Sebaliknya, kata Luis, PSM yang hanya punya satu kans justru berhasil memanfaatkannya.
“Kita kontrol pertandingan (tapi) tidak ada peluang untuk cetak gol. Di babak kedua kita tetap kontrol pertandingan dan mereka dapat satu kesempatan dan bola masuk. Kadang-kadang sepakbola terjadi situasi seperti ini,” ujar Luis.
Luis menilai para pemainnya sudah berjuang maksimal hingga pertandingan selesai. Namun hasilnya tidak sesuai yang diinginkan.
“Yang penting saya lihat pemain. Mereka berjuang sampai pertandingan berakhir. Itu cukup baik. Selanjutnya kita evaluasi supaya bisa meraih hasil maksimal,” ujar Luis.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menjelaskan timnya menang karena berhasil memanfaatkan peluang menjadi gol. Menurut dia, pada laga kontra Persik Kediri, timnya mencetak banyak peluang namun minim akurasi. Sedangkan di laga kontra Persita,
PSM minim peluang namun maksimal dalam akurasi.
“Saya bangga kepada para pemain karena memainkan permainan yang bagus di situasi sulit,” ujar Bernardo. (gatot)