SATELITNEWS, TANGERANG—Getafe vs Barcelona berakhir tanpa gol. Laga berjalan panas dengan 8 kartu kuning dan 3 kartu merah dikeluarkan wasit.
Pekan perdana Liga Spanyol 2023/2024 mempertemukan Getafe dengan Barcelona. Pertandingan berlangsung di Coliseum Alfonso Perez, Senin (14/8/2023) dini hari WIB.
Barcelona tampil dominan sepanjang 2×45 menit. Juara bertahan LaLiga ini mencatatkan 14 shots (4 on target) dan 75 persen penguasaan bola, unggul dari Getafe yang cuma bisa membuat 5 tembakan percobaan (2 on target).
Meski begitu, Barcelona gagal menembus rapatnya pertahanan Getafe hingga pluit panjang berbunyi. Tim tuan rumah berhasil menahan imbang Blaugrana 0-0.
Pertandingan sempat memanas ketika Raphinha dikartu merah wasit pada menit ke-43 akibat menyikut Gaston Alvarez. Getafe turut bermain dengan 10 pemain setelah Jaime Mata mendapat kartu kuning kedua di menit ke-57 lantaran menekel Ronald Araujo.
Total ada 6 kartu kuning yang diterima Getafe dan 2 kartu kuning untuk Barcelona. Pelatih Barca, Xavi Hernandez, bahkan ikut mendapat kartu merah karena protes berlebihan kepada wasit.
Xavi angkat bicara soal kartu merah yang diterimanya. Dia protes karena juru adil membiarkan pelanggaran terjadi terhadap para pemainnya. “Saya mengatakan mereka terlalu banyak mengizinkan pelanggaran. Itulah mengapa dia mengeluarkan saya,” kata Xavi, dilansir dari Football Espana.
“Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya telah berkomentar di masa lalu dan mereka melarang saya untuk itu,” jelasnya.
Kartu merah yang diterima Xavi Hernandez berbuntut panjang. Dia terancam sanksi larangan mendampingi Barcelona dalam dua pertandingan.
Xavi juga menumpahkan kekesalannya dengan semprot LaLiga yang disebut kalah kualitas dibanding liga lain.
Laga melawan Getafe berjalan penuh drama dengan tiga kartu merah. Masing-masing untuk Raphinha di babak pertama dan Jamie Mata di babak kedua, serta pelatih Xavi Hernandez juga dihukum kartu merah!
Xavi dihukum karena bertindak terlalu ofensif ketika wasit tidak menghadiahkan tendangan bebas, saat Abde Ezzalzouli dijatuhkan di menit ke-70. Xavi memang tampak geram dan sedikit mendorong ofisial wasit keempat, lantas langsung dihukum kartu merah untuk meninggalkan lapangan.
Dilansir dari Mundo Deportivo, Xavi Hernandez menumpahkan amukannya pada sesi jumpa pers setelah laga. Xavi menyemprot kualitas LaLiga.
“Jika pertandingan ini adalah produk LaLiga, maka benar-benar memalukan. Saya mengerti, mengapa orang-orang tidak menonton sepakbola Spanyol,” geramnya.
Xavi Hernandez mengaku, ada beberapa keputusan wasit yang kontroversial. Puncaknya, ketika Araujo dijatuhkan di kotak penalti pada menit akhir, namun wasit justru menilai Gavi lebih dulu handsball.
“Gavi melakukannya dengan tidak sengaja. Sebelumnya ada pertemuan dengan wasit (sebelum liga dimulai-red), mereka memberitahu arahan soal handsball dan bagi saya Gavi tidak melakukannya,” paparnya.
“Mereka juga mengecek VAR, tapi saya nggak tahu sih VAR itu malah membantu atau tidak dan akhirnya tetap dinilai handsball,” tambahnya.
Xavi Hernandez menutup, ada baiknya Liga Spanyol terus berbenah untuk membuat kualitas liganya lebih bagus. Keputusan-keputusan wasit yang kontroversial, dinilai bisa jadi penghambat! “Mereka membiarkan lawan (Getafe) melakukan banyak pelanggaran dan tidak dihukum, kami malah sebaliknya,” cetusnya. (dm)