SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat hingga saat ini sudah 15 tangki lebih air bersih disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih. Air tersebut diharapkan bisa membantu menutupi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, data yang tercatat pemerintah desa yang mengajukan permohonan air bersih hingga saat ini sudah mencapai 15 desa. Berdasarkan ajuan tersebut, BPBD kata Febby sudah menindaklanjutinya dengan mengerahkan belasan truk tangki berisi air bersih.
“Hingga tanggal 22 Agustus 2023 sudah 90.400 liter atau 15 tangki lebih yang menjangkau 15 desa yang terdampak krisis air bersih. Jumlah tersebut (air bersih) untuk membantu 2.570 kepala keluarga yang terdampak,” kata Febby kepada SatelitNews.Com, Rabu (23/8/2023). “Hari ini saja, relawan sudah mengirimkan truk tangki ke Kecamatan Sajira. Rata – rata pengajuan yang kami terima mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” timpal Febby.
Krisis air bersih yang melanda 15 desa itu diduga dampak fenomena El Nino yang menyebabkan terjadinya kekeringan dan sulitnya warga memperoleh air bersih. Menindaklanjuti laporan tersebut, pendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan terus berlanjut.
Febby mengungkapkan, tidak hanya tertulis, yang belum tertulis pun permintaan air bersih melalui relawan juga banyak. BPBD, kata Febby selama masih bisa dibantu akan dibantu karena kebutuhan air sangat vital.
“Kekeringan yang membuat warga kesulitan air bersih diprediksi masih akan bertambah seiring dengan prediksi Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga September 2023 mendatang,” ujar Febby.
Baca Juga: Terpeleset Lalu Terseret Arus, Remaja di Lebak Hilang di Sungai
Hasil pemetaan, kata Febby, 16 kecamatan merupakan wilayah yang rawan mengalami kekeringan dan juga krisis air bersih. Namun 8 di antaranya sudah mendapat intervensi dari pemerintah melalui program Pamsimas dan lain-lain. “Ya kepada masyarakat yang masih memiliki air bersih untuk memanfaatkan sebaik mungkin, agar tidak terjadi krisis air bersih,” tandasnya.
Relawan BPBD Kecamatan Sajira Jaenudin menambahkan, krisis air bersih yang melanda kecamatan Sajira karena daerah yang jauh dari aliran sungai. Tidak hanya itu dampak El Nino juga membuat petani sawah mengalami gagal panen.
“Kecamatan Sajira setiap musim kemarau krisis air bersih tidak bisa dihindarkan. Saya pun berharap persoalan ini sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat. Maka dari itu pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak terus didistribusikan,” pungkasnya.(mulyana)
BPBD Lebak Salurkan 15 Tangki Air Bersih
