Jumat, 11 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Panglima TNI Kawal Kasus Penculikan dan Pembunuhan Terhadap Pedagang di Rempoa

Jenazah Korban Ditemukan di Karawang

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 29 Agu 2023 10:00 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Panglima TNI Kawal Kasus Penculikan dan Pembunuhan Terhadap Pedagang di Rempoa

BERI KETERANGAN: Sarip Marjaya, Ketua RT 002 RW 06, Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel memberikan keterangan terkait Imam Masykur. (Eko Setiawan)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, CIPUTAT TIMUR—Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengecam tindakan Praka Riswandi Manik (RM), anggota Paspampres yang diduga menculik dan menganiaya pedagang kosmetik di Ciputat Timur, Imam Masykur, hingga tewas. Kemarahan Panglima disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono, Senin (28/8).

Kata Julius, Panglima akan mengawal kasus ini hingga Praka RM dijatuhi hukuman berat. Julius menyatakan Panglima TNI akan mengusut kasus yang menyeret nama Riswandi Manik dan dua anggota TNI lain yang terlibat.

“Panglima TNI prihatin dan akan mengawal kasus ini agar pelaku dihukum berat maksimal hukuman mati, minimal hukuman seumur hidup,” kata Julius.

Dia melanjutkan, Praka RK pasti dipecat dari TNI. Saat ini, Praka RM masih ditahan Pomdam Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

“Pasti dipecat dari TNI karena termasuk tindak pidana berat, melakukan perencanaan pembunuhan,” tegasnya.

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Praka RM terjadi di Jakarta pada Sabtu (12/8). Kasus ini viral di dunia maya. Praka RM dinarasikan menculik korban terlebih dulu baru kemudian melakukan penganiayaan bersama dua temannya.

Baca Juga: Kapolri dan Panglima TNI Diperintahkan Tindak Tegas Massa Anarkis

Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar menyatakan korbvan Imam Masykur diduga bekerja menjual obat ilegal. Oleh karena itu, dia akhirnya diculik oleh oknum Paspampres, Praka Riswandi Malik alias Praka RM dan kawan-kawan.

Para pelaku beranggapan Imam dalam posisi salah, sehingga aman ketika diculik. Para pelaku pun meminta uang tebusan senilai Rp 50 juta.

BeritaTerbaru

Buruh berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang. (ALFIAN/SATELIT NEWS)

Buruh Tangerang Kantongi Rekomendasi DPRD, Pengesahan RUU Perlindungan Tenaga Kerja

Jumat, 11 Sep 2026 15:47 WIB

Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel

Jumat, 11 Sep 2026 15:42 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN: Gubernur Banten Andra Soni, ikut bergabung melakukan pencarian rombongan wartawan yang dikabarkan hilang.. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)

Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK

Jumat, 11 Sep 2026 13:28 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim SAR gabungan melakukan pencarian rombongan wartawan di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)

Ini Detail Lokasi Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di Hari ke Empat

Jumat, 11 Sep 2026 10:26 WIB

“Karena mereka (Imam Masykur) kan pedagang obat ilegal. Jadi kalau misalnya dilakukan penculikan dilakukan pemerasan itu mereka nggak mau lapor polisi,” kata Irsyad Hamdie Bey Anwar dikutip dari jawapos.com.

Karena permintaan uang tak kunjung dipenuhi, para pelaku akhirnya menyiksa korban hingga tewas. Namun, belum dapat dipastikan sejak kapan proses penculikan terjadi.

“Itu belum kami dalami (sejak kapan diculik),” jelas Irsyad.

Imam Masykur diculik saat menjaga toko kosmetik di Jalan Sandratex, Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan pada 12 Agustus 2023 lalu. Pelaku penculikan sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta rupiah. Pelaku juga mengancam akan menghabisi nyawa korban jika uang tidak diberikan.

Baca Juga: Bakal Tindak Tegas OPM, Panglima TNI: Senjata Ya Lawannya Senjata

Said Sulaiman, sepupu korban menyebut, seusai melakukan penculikan pelaku mengirimkan video penganiayaan untuk memeras pihak keluarga.

“Jam 8 dia itu telepon (korban) katanya sudah dianiaya. Dia minta tebusan minta duit 50 juta. Saya bilanglah kalau segitu ngga ada duit. Dia juga bilang ke saya sedikit lagi mau mati. Yaudah saya telepon orang lain untuk pinjam habis itu dia ngga telepon lagi.
Rupanya dia sudah telepon ke kampung ke ibu sama adiknya,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, kata Said, pelaku juga menghubungi keluarga korban lainnya yang berada di kampung halaman. Lalu sekitar pukul 22.00 WIB, orangtua Imam menelpon ke nomor anaknya yang diangkat oleh pelaku.

Ibu dari Imam Masykur, lanjut Said, juga sempat menelepon korban. Namun saat itu pelaku penculikan dan pembunuhanlah yang mengangkat. Menurut Said, saat itu ibu korban mendapat ancaman serius dari pelaku

“Ibu kalau misalnya sayang sama anaknya kirim uang 50 juta kalau ngga anak ibu ku bunuh buang ke sungai. Ibunya ini usahain nyari duit sambil mohon jangan dipukul anaknya. Dimatiinlah telponnya. Selepas itu ngga ada kabar lagi sampai berapa hari,” ujar dia.

Selama dua pekan setelah penculikan, pelaku tidak lagi menghubungi pihak keluarga korban. Rupanya Imam sudah tak bernyawa.

Jenazah korban penculikan dan penganiayaan hingga tewas itu dibuang ke sebuah kali yang ada di Karawang, Jawa Barat. Jenazahnya ditemukan tanpa identitas oleh warga sekitar.

Pihak keluarga diketahui telah membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya atas hilangnya Imam pada saat itu. Said Sulaiman mengatakan pihaknya membuat laporan atas hilangnya Imam dua hari berselang kejadian. Keluarga pun tidak mengetahui siapa penjemput Imam pada saat itu.

“Sempat, hari Minggu saya langsung ke Polda, tapi saya ngga bawa saksi, kata Polda suruh bawa saksi biar lengkap. Pulanglah saya ke TKP minta orang yang lihat kejadian datang 2 orang mau bantuin jadi saksi korban itu dibawa. Hari Senin berarti laporan karena kan Minggu saya ga jadi,” ujarnya.

Kata Said, saat itu beberapa hari usai membuat laporan, petugas menginformasikan jika terdapat penemuan jenazah tanpa indentitas di Karawang, Jawa Barat. Saat itu pihaknya diminta untuk melakukan pengecekan.

“Dari Polda bilang si korban ini sudah ngga bernyawa. Di Karawang ditemuin mayat tanpa identitas. Nah dilaporkan kesini siapa tau kan ini mayat korban. Makanya kami ke Karawang pas saya lihat itu saudara Imam. Jadi dia didapat sama warga, tiga hari sesudah kejadian,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua RT 002 RW 06 Kelurahan Rempoa Sarip Marjaya mengatakan beberapa bulan sebelum penculikan, Imam sempat ditangkap polisi karena tempat dirinya bekerja menjual obat-obatan terlarang.
Sarip bercerita, pada awalnya, toko tersebut meminta ijin wilayah untuk menjual berbagai alat kosmetik. Namun, baru beberapa buka bulan, dirinya menerima laporan dari warga bahwa toko itu menjual obat-obatan.

“Jadikan dia itu mau ngontrak lapor kemari yang mau ngontrak bahwa dia mau jualan. Ditanya jualan apa? Kosmetik. Saya juga sempat lihat gitu-gitu aja,” paparnya.

“Ada, aduan dari warga cuma mau diselidiki dulu. Ini kelihatannya kosmetik itu hanya kamuflase,” imbuhnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh D (40) salah satu warga yang berjualan di dekat toko kosmetik itu. Kata dia, Imam sempat dibawa oleh pihak berwajib namun tidak berselang lama sudah dibebaskan dan terlihat bekerja seperti biasanya.

“Untuk si korban ini kalau setahu saya waktu kejadian pertama dia baru beberapa bulan itu mobil putih parkir disini. Warung itu diciduk, selang 2 bulan yang kemarin. Tapi besoknya udah buka,” pungkasnya. (eko)

Tags: panglima tnipaspampresrempoa
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

APEL : Tim gabungan melakukan apel sebelum kembali melakukan pencarian di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Hari Keempat, Tim SAR Perluas Pencarian di 4 Sektor Utama dan 1 Sektor Khusus

Jumat, 11 Sep 2026 10:19 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan keterangan kepada wartawan. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini

Jumat, 11 Sep 2026 10:11 WIB
Gudang Shopee di Pakuhaji Tangerang Terbakar
Kabupaten Tangerang

Gudang Shopee di Pakuhaji Tangerang Terbakar

Jumat, 11 Sep 2026 08:31 WIB
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat
Kabupaten Tangerang

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat

Jumat, 11 Sep 2026 08:11 WIB
Iwan Firmansyah Pimpin Kwarcab Pramuka Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

Iwan Firmansyah Pimpin Kwarcab Pramuka Kabupaten Tangerang

Jumat, 11 Sep 2026 07:55 WIB
Headline

Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut

Kamis, 10 Sep 2026 22:58 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

AUDIENSI -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani beserta jajarannya, menyampaikan usulan program ke Bapanas dan Kementan. (ISTIMEWA)

Bupati Pandeglang Usulkan Berbagai Program ke Kementan dan Bapanas

Selasa, 8 Sep 2026 11:24 WIB
SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Selasa 8 September 2026: Lokasi, Syarat dan Biayanya

Selasa, 8 Sep 2026 08:12 WIB
Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Minggu, 6 Sep 2026 15:02 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi'i menyampaikan keterangan mepada wartawan terkait perkembangan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Pencarian Hari Ketiga Nihil, Kabasarnas: Belum Ada Tanda-tanda

Kamis, 10 Sep 2026 19:35 WIB
TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan

TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan

Minggu, 6 Sep 2026 20:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.