SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, bekerjasama dengan Bulog Sub Divre Serang, akan menggelar pasar murah beras di tiga kecamatan. Ada sebanyak 5 ton beras, yang akan didistribusikan dalam gelaran tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, harga beras hingga saat ini masih cukup tinggi, yaitu mencapai Rp 13.000 per kilogram untuk KW 1 di pasaran.
Adapun untuk penyebab kenaikan harga beras tersebut, hingga kini masih belum diketahui.
“Kan kita monitoringnya hilir, disisi pedagang. Jadi disisi pedagang, ketika penebusannya sudah mahal. Kalau informasi katanya musim kemarau, itu tupoksinya dinas pertanian,” kata Titi, Senin (4/9/2023).
Namun demikian, kata Titi, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan beras ditingkat konsumen, pihaknya akan menggelar pasar murah. Dalam kegiatan pasar murah ini ada sebanyak 5 ton beras akan didistribusikan.
“Tiga titik akan kita grebek, satu hari ada tiga kecamatan, itu di Kecamatan Petir, Pulo Ampel dan Kecamatan Tirtayasa. Beras medium, harga jual di pasar murah Rp8.700 per kilogram, jatahnya paket beras 5 kilogram, 1 liter minyak, 1 kilo terigu, 1 kilo gula, jadi total paket yang dijual Rp 90.000,” ujarnya.
Baca Juga: Jual MinyaKita Diatas HET, Diskoumperindag Beri Peringatan Pedagang Di Pasar Baros
Disinggung mengenai ketersediaan beras, Titi mengungkapkan, untuk ketersediaan beras masih cukup banyak. Bahkan di gudang Bulog Sub Divre Serang, beras cadangan pemerintah sangat melimpah.
“Ketersediaan banyak, di Bulog juga banyak, makanya mau dikeluarkan. Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) beras pemerintah ini Rp 10.900 per kilogram,” pungkasnya. (sidik)
