SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan perpanjangan status darurat kekeringan karena kemarau panjang masih terjadi hingga saat ini. Meski demikian masih harus dilakukan sejumlah koordinasi terlebih dahulu sebelum status tersebut diperpanjang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, sebelumnya berdasarkan SK Bupati Tangerang, status darurat kekeringan dimulai sejak 14 hingga 28 September. Namun, dikarenakan hujan masih belum turun secara merata dan masyarakat masih banyak yang kekurangan pasokan air bersih, serta lahan banyak mengalami kekeringan maka status darurat kekeringan akan kembali diperpanjang.
“Iya, nanti kita rencana mau perpanjang. Tapi, nunggu surat dari Pj Bupati Tangerang dulu untuk bisa diperpanjang itu,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Senin (2/10).
Ia mengungkapkan, perpanjangan status ini berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi serta penanganan kekeringan dengan mengamati beberapa elemen indikator di antaranya peningkatan jumlah jiwa serta luas lahan pertanian terdampak bencana. Kemudian, selain peningkatan jumlah jiwa dan lahan pertanian terdampak, dalam hal kedaruratan ini juga dilihat dari hasil peningkatan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terlambat bencana. Ditambah, faktor potensi kenaikan harga bahan pokok sebagai dampak kekeringan masuk dalam perhitungan status tanggap darurat.
“Dan rencana perpanjangan ini kita akan berlakukan selama 14 hari ke depan di bulan Oktober 2023,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun tim BPBD Kabupaten Tangerang, sebanyak 12 kecamatan menjadi wilayah yang mengalami kekurangan air bersih dan itu terus meluas. Menurutnya, dari 12 wilayah kecamatan yang sudah mengalami krisis air bersih itu, dalam satu desanya di lingkup kecamatan sampai 200 kepala keluarga (KK).
Baca Juga: Sudah Temukan Solusi, Status Tanggap Darurat Sampah Tangsel Dipastikan Tak Diperpanjang
“Sehingga, jika di total secara keseluruhan warga yang terdampak di 12 kecamatan itu mencapai 2.000 sampai 3.000 KK, ” ujarnya
Sedangkan, untuk wilayah yang saat ini menjadi perhatian lebih dalam kekurangan air bersih ialah Kecamatan Tigaraksa, Curug, Legok, Kronjo dan Pakuhaji.
“Itu terlihat dari peningkatan permintaan air bersih secara intens per harinya ke BPBD. Dalam satu hari itu kita bisa kirim 10 tangki air ke warga,” ujar dia.
Pj Bupati Tangerang, Andy Ony Prihartono menambahkan, bahwa pihaknya akan melakukan rapat kordinasi terlebih dahulu bersama beberapa instansi, salah satunya BPBD. Sementara ini, kata Andy, untuk menangani kekeringan dan masyarakat yang mengalami kekeringan serta kesulitan pasokan air bersih. Pihaknya, akan terus melakukan pendistribusian air bersih dan melakukan pengeboran air. Dia juga, berjanji bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mengalokasikan bantuan sembako kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak kekeringan.
“Terkait perpanjangan masa darurat bencana kekeringan, nanti kita akan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait, pada Rabu (4/10) mendatang. Penanganan sementara, kita distribusikan air bersih, lalau melakukan pengeboran air dan memberikan sembako,” tukasnya. (alfian)
