SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pondok Pesantren Al Ittihad Kota Tangerang membuka usaha kuliner untuk mendidik para santri menjadi seorang pengusaha. Usaha kuliner tersebut bernama Bakso Rusuk Bang Zain yang berada di Jalan Soleh Ali, Sukasari. Nama Bang Zain sendiri diambil dari nama Kepala Ponpes Al Ittihad yakni KH Zainal Alim.
Zainal Alim menuturkan, dengan dibukanya usaha kuliner untuk pendidikan wirausaha para santri ini, supaya para santri ketika lulus nanti mampu menjadi seorang entrepreneur yang sukses sesuai dengan aturan agama Islam. Para santri yang terjun langsung dalam usaha kuliner bakso tersebut pun dibimbing langsung oleh dirinya bagaimana cara membuat dan melayani para pembeli.
“Kita ingin santri setelah selesai menempuh pendidikan baik di ponpes maupun di pendidikan formal bisa langsung usaha secara mandiri. Supaya mereka tidak kebingungan lagi setelah selesai dari ponpes kami,” ungkapnya.
Menurutnya, usaha kuliner tersebut tak hanya mendidik para santri menjadi pengusaha, namun hasil usaha tersebut juga untuk membiayai iuran sekolah dan keperluan sehari-hari para santri selama menjadi santri di Ponpes Al Ittihad. Hal itu lantaran dirinya terinspirasi dari ulama besar seperti KH Hasyim Ashari yang merupakan pendiri Nahdhatul Ulama dan KH Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura yang mendirikan pondok pesantren tanpa memungut biaya kepada para santrinya. Para ulama tersebut membiayai santrinya dari hasil usahanya masing-masing.
Sementara Pengelola Usaha Pondok Pesantren Al Ittihad yakni Asyrof mengatakan Bakso Rusuk Bang Zain dibangun oleh yayasan Peduli Al Ittihad Nusantara yang menaungi Pondok Pesantren Al Ittihad. Usaha ini memberdayakan santri terjun langsung mengelola dan melayani para konsumen. Harga jajanan yang disediakan pun relatif murah. “Usaha ini sehari-harinya dikelola santri. Kami pengurus hanya melakukan pengawasan saja,”tuturnya.
Kata Asyrof, usaha kuliner ini menopang keberlangsungan kebutuhan biaya para santri dalam menuntut ilmu baik di pondok Pesantren maupun di sekolah formal. “Santri yang mondok di kita full gratis, bahkan kami larang mereka meminta uang kepada orang tuanya. Kalau bisa malah memberi kepada orang tuanya,” ujarnya. (mg05)
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
























