SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Penanganan pasca bencana puting beliung yang terjadi Kamis (26/10/2023), di wilayah Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, belum selesai. hingga Minggu (29/10/2023), proses evakuasi masih terus dilakukan.
Camat Karang Tanjung Endin Haerudin mengatakan, penanganan pasca bencana di wilayahnya masih terus dilakukan.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Pemprov Banten, dan instansi terkait lainnya masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
“Proses evakuasi masih berjalan, masih di evakuasi sama lurah dan tim gabungan, termasuk data-data kerusakan rumah, besaran kerugian materi masih berjalan, jumlah korban masih berjalan, penanganannya masih berjalan belum selesai,” kata Endin, Minggu (29/20/2023).
Endin mengatakan, data sementara yang didapat pihaknya ada dua korban jiwa atau meninggal duni karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat angin puting beliung. Selain itu, ratusan rumah mengalami kerusakan ringan, sedang, dan kerusakan parah.
“Data sementara korban jiwa ada dua orang, setelah beres semua santunan segala macam sudah diberikan, kita di lapangan terus berupaya mendata dan penanganan warga yang terkena dampak bencana itu,” tambahnya.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Endin juga mengatakan, pihaknya sudah melayangkan permohonan bantuan kepada instansi terkait dan langsung diberikan kepada warga yang menjadi korban bencana alam tersebut.
Setelah evakuasi selesai, pihaknya akan segera menyampaikan hal tersebut untuk ditindaklanjuti.
“Bantuan sembako sudah ke rumah-rumah dan langsung kita berikan ke rumah, sekarang sudah mulai tenang lagi, tinggal kita selesaikan proses evakuasi di semua lokasi kejadian. Jumlah korban dan kerugian belum bisa kita sampaikan, rusak ringan 150, tapi masih nambah lagi,” ujarnya.
Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengatakan, sesaat setelah kejadian bencana, pihaknya langsung menerjunkan semua personel untuk melakukan penanganan pertama di semua lokasi kejadian bencana.
Dihari yang sama, pihaknya juga mengirimkan sebanyak 300 paket sembako bagi masyarakat yang menjadi korban bencana.
“Ratusan paket sembako itu dari kita dan dari Pemprov Banten, semuanya diserahkan kepada pihak kecamatan untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
Fahmi mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan status siaga bencana darurat karena berbagai pertimbangan. Namun, untuk saat ini pihaknya sedang fokus menyelesaikan proses evakuasi dan penanganan pasca bencana alam.
“Kita selesaikan penanganan bencana ini dulu, yang pasti kami pasti akan terus bersama masyarakat dan membantu,” imbuhnya. (mg4)
























