SATELITNEWS.COM LEBAK—Pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) pada serangkaian Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Lebak yang digelar di Alun-Alun Rangkasbitung berlangsung semarak. Pengunjung membludak hingga berdesakan pada Sabtu malam (28/10/2023) tak bisa dihindarkan. Mereka datang dari berbagai daerah selain untuk bermain juga untuk membeli produk-produk yang dijual.
Setiawati salah satunya. Warga Kalanganyar Kabupaten Lebak sengaja dengan keluarganya menyempatkan waktu mendatangi pameran UKM pada semarak HSN. “Selain bermain di malam Minggu, ingin tahu apa aja produk yang dijual pada pameran UKM ini,” kata Setiawati.
“Mungkin karena bertepatan dengan malam Minggu kali ya, jadi pengunjung ramai hingga berdesakan. Tapi seru walaupun enggak dapat barang yang dicari,” katanya. Festival Santri Lebak dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2023, yang dibuka oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Alun-alun Rangkasbitung, Jumat (27/10/2023).
Ketua Panitia Festival Santri Lebak Kiai Abdur Rhosid Ash Shidiq menyampaikan, untuk menyemarakkan penyelenggaraan Hari Santri Nasional yang tahun ini bertemakan “Jihad Santri Jayakan Negeri” digelar berbagai kegiatan. Festival Santri di Lebak akan berlangsung 10 hari hingga 4 November 2023.
“Dimulai dari upacara HSN kemudian karnaval santri dan murak liwet yang diikuti 10 ribu santri. Kemudian kajian kitab kuning, festival band religi, festival mahaba, liga santri, festival hadroh dan marawis, pertunjukan seni budaya debus dan juga pameran UKM,” paparnya.
Kata dia, Festival Hari Santri yang turut dimeriahkan dengan pameran produk santri dan UKM diharapkan dapat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. “Ada 1.600 pondok pesantren di Lebak kita berharap orang dari luar Lebak mempercayakan anak-anak mereka mondok di sini,” harapnya.
Baca Juga: Santri di Pandeglang Didorong untuk Terus Berkarya dan Berinovasi
Kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya selepas membuka acara tersebut mengungkapkan, Festival Santri bisa menjadi sarana memadukan kreasi, inovasi dan kreativitas santri dalam seni budaya Islam. “Ini kita harapkan salah satunya bisa menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya kita,” kata Iti.
Ia mengingatkan di era globalisasi, santri harus memiliki kecerdasan intelektual dan keteguhan untuk memajukan Indonesia melalui bidangnya masing-masing. “Peran santri semakin strategis, bukan hanya sekadar pada bidang religi saja tapi dalam berbagai aspek kehidupan. Keparipurnaan santri ini saya sebut dengan 3 H. Head yang artinya santri memiliki pengetahuan dengan berbagai disiplin ilmu; heart, santri memiliki keteguhan hati dalam keimanan dan ketakwaan; dan hand, maknanya santri memiliki keterampilan dan kemampuan,” paparnya.(mulyana)
























