SATELITNEWS.COM, SOLEAR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikuya Mandiri yang berlokasi di Perumahan Taman Adiyasa Blok L14 Nomor 8, Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, terus mempromosikan batik lokal karya warga Cikuya. Saat ini sudah ada 8 motif batik yang diproduksi dan dipromosikan oleh BUMDes tersebut.
Direktur Bumdes Cikuya Mandiri Siti Nurrofiqoh mengatakan, batik usaha batik BUMDes Cikuya Mandiri terus tumbuh dan berkembang. Berbagai upaya dilakukan pengelola BUMDes seperti penambahan jumlah perajin, menyediakan pelatih, melatih warga untuk membatik hingga menyiapkan sumber daya penjualan produk batik tulis, print dan eco print.
“Awalnya kami membuat batik print di tahun 2022, terus Juli 2023 mulai produksi batik tulis, serta eco print baru dimulai setengah bulan lalu,” ujar Siti Nurrofiqoh.
Lanjut Siti Nurrofiqoh, produksi awal hanyan1 motif yaitu kepala kera. Namun saat ini sudah ada 8 motif batik, yaitu gubuk di tebing koja, tanah ceruk atau danau tebing koja, bunga dari makam tongtolok, Makam Kramat Solear, lambang tiga tumenggung Tigaraksa, Batik Cikuya Pesona Nusantara dengan motif perpaduan ciri khas Makam Kramat Solear, padi dan lainnya.
“Untuk penjualan kami melayani pembelian kain batik untuk kualitas bagus itu harganya Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu per meter. Ada juga yang kualitasnya kainnya dibawah itu harganya Rp 50 ribu per meter,” jelasnya.
Pernah ada juga yang memesan dalam bentuk pakaian, kata Siti Nurrofiqoh, BUMDes Cikuya menyanggupi. Namun harganya juga berbeda, yaitu untuk kualitas sedang berkisar Rp 200 ribuan, sedangkan kualitas di atas sedang itu Rp 270 ribuan.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
“Kami juga melayani pesanan motif batik sesuai permintaan konsumen. Baik itu untuk kain ataupun dibuatkan pakaian,” ucapnya.
Siti Nurrofiqoh menambahkan, saat ini juga pihaknya sedang menjalankan konsep sosio entrepreneurship, dalam rangka mencermati persoalan sosial lingkungan sekitar dan berusaha mencari solusi. Total ada enam program yang sedang kami jalankan yakni batik, tanaman organik dengan cara manfaatkan lahan-lahan kosong, kerajinan, peternakan, UMKM, dan maggot. Masing-masing kegiatan dimulai dengan membangun kelompok-kelompok, diajari, dipinjami modal bergilir, didampingi, dan difasilitasi pemasaran sebagai upaya memperluas peluang pasar.
“BUMDes Cikuya Mandiri akan menjadi pemasaran produknya juga. Azasnya kolaborasi dan gotong royong dalam proses saat ini,” jelasnya.
Siti Nurrofiqoh berharap dukungan dari seluruh pihak untuk kemajuan batik produk warga Cikuya. “Terima kasih juga dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Desa Cikuya, Kecamatan Solear dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang,” tandasnya.
Salah satu perajin batik tulis BUMDes Cikuya Mandiri, Nisa menambahkan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya kegiatan di BUMDes Cikuya Mandiri, karena sehari-hari sebagai ibu rumah tangga tidak ada kesibukan.
“Saya baru tiga bulan bergabung memproduksi batik. Sebelumnya dilatih batik tulis, sekarang sedang dilatih batik print, alhamdulillah bisa nambah keahlian dan bisa menambah penghasilan,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) pada DPMPD Kabupaten Tangerang Wajib Wahab didampingi Kasi Pemberdayaan Usaha Ekonomi dan TTG Abdul Rahman mengapresiasi capaian kinerja BUMDes Cikuya Mandiri. Pihaknya berharap BUMDes tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (aditya)





















