SATELITNEWS.COM LEBAK—Tukang ojek meminta toleransi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar bisa masuk ke Pasar Rangkasbitung dengan membayar sebulan sekali alias abonemen (berlangganan). Hal itu agar memudahkan mereka hilir mudik saat mengangkut penumpang dan mengurangi biaya operasional.
Oman salah satunya. Kata dia sejak diberlakukannya tarif non tunai masuk Pasar Rangkasbitung membuat dirinya mengalami kesulitan dalam saat akan membawa penumpang maupun mengangkut penumpang dari dalam pasar. “Kalau kita harus bayar tiap kali bawa penumpang, boros biaya operasional. Kita harap ada toleransi lah seperti dibayar per bulan,” ujar Oman.
Oman mengaku tidak mempermasalahkan hadirnya masuk Pasar Rangkasbitung menggunakan tarif non tunai. Bahkan dirinya mendukung kebijakan tersebut. Namun, ia juga berharap hadirnya kebijakan tersebut tidak membuat tukang ojek kesulitan untuk lalu lalang ke wilayah Pasar Rangkasbitung.
“Ya kalau sekarang, kita hanya bisa menunggu di depan pintu masuk maupun pintu keluar saja. Karena kalau kita masuk harus bayar setiap kali masuk dan keluar itu. Adalah kebijakan buat kami (tukang ojek),” pinta Oman.
Senada dikatakan tukang ojek lainnya, Hendi. Warga Kecamatan Kalanganyar yang setiap hari berprofesi tukang ojek Stasiun ini jika harus membayar satu kali masuk dan keluar dirasa memberatkan. Maka tidak ada salahnya pemerintah memberikan toleransi kepada pengais rezeki kecil ini. “Pembayaran parkir atau masuk Pasar Rangkasbitung secara non tunai kita dukung. Dengan penataan seperti cukup bagus, untuk menghindari oknum yang tidan bertanggung jawab,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Agus Nuhraga akan kembali berkoordinasi dengan pihak ketiga yang mengelola kebijakan tersebut. “Tarif parkir sendiri kita semua mengakomodir, tapi untuk soal langganan atau abonemen khusus tukang ojek kita akan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak ketiganya. Untuk sejauh ini ini kita masih prioritaskan yang berlangganan buat para pedagang,” jelas Agus.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Diminta Tak Main Simpan Pinjam
“Saya harap dengan kebijakan biaya parkir non tunai ini bisa mencegah dugaan kebocoran dan memberikan ke nyaman bagi pengunjung pasar. Saya harapkan juga masyarakat yang tadinya tidak terbiasa dengan non tunai segera beradaptasi dengan kebijakan tersebut,” imbuhnya. (mulyana)
























