SATELITNEWS.COM, LEBAK—Puluhan masa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Menggugat yang di dalamnya terdiri dari GMNI, HMI, KUMALA, IMALA, HMI MPO dan KAMMI menggelar aksi demo dihari pertama Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan masuk kerja, Senin (6/11/2023). Aksi membeberkan berbagai masalah yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Lebak tersebut berujung ricuh.
Massa terus menerobos pintu gerbang utma masuk kantor Bupati Lebak yang dikawal kepolisian yang dibantu petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), namun gagal. Tak bisa di pintu pertama, massa dengan jumlah banyak berhasil menerobos pintu kedua yang luput dari penjagaan petugas. Massa yang terus merangsak masuk ke rumah dinas bupati dihalangi petugas. Kericuhan pun tidak bisa dihindarkan. Tak hanya itu, aksi tersebut juga diwarnai aksi bakar-bakar karangan bunga ucapan untuk Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan.

Ketua HMI Lebak Ratu Nisya mengatakan, aksi kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di Lebak yang ditinggalkan mantan bupati masih rendah. “Indeks pembangunan manusia (IPM) Lebak yang berada di peringkat terakhir di Banten, tingkat kelulusan pendidikan yang masih rendah, dan kondisi infrastruktur khususnya jalan desa yang masih banyak belum tersentuh oleh pemerintah daerah,” kata Nisa.
Tak hanya itu, persoalan lain yang dinilai tidak berpihak pada rakya kecil, ia meminta agar penerapan pembayaran parkir secara nontunai dan rencana relokasi pedagang di Pasar Rangkasbitung agar dikaji ulang. “Banyak pedagang yang keberatan karena lokasi relokasi tidak representatif dan strategis. Begitu juga penerapan parkir elektronik yang masih banyak masyarakat pengunjung dan pedagang yang keberatan, jadi kami harap ini bisa dikaji lagi,” desak Ratu.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) Aswari menyuarakan bagaimana kondisi area persawahan milik warga di Kecamatan Cimarga yang rusak dan tidak bisa dimanfaatkan imbas aktivitas tambang pasir. Persoalan lain yang disebut Aswari masih berlarut-larut adalah pertambangan tanpa izin (PETI). Aktivitas ilegal yang tidak menggunakan prinsip pertambangan dengan baik berdampak negatif terhadap lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial.
Baca Juga: Pj Bupati Lebak Minta Masyarakat Jaga Kekhusyukan Ramadan
“Dampak PETI juga menghambat pembangunan daerah karena tidak sesuai dengan RPJMD 2019-2024 serta bisa memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat, menimbulkan kondisi rawan dan gangguan keamanan dalam masyarakat, menimbulkan kerusakan fasilitas umum, dan berpotensi menimbulkan penyakit masyarakat, serta gangguan kesehatan,” papar Aswari.
Masalah lain yang dituntut mahasiswa supaya ditangani dengan maksimal di bawah nakhodai Iwan Kurniawan adalah sektor kesehatan terkait dengan pelayanan kepada masyarakat di fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit.
Dimitai tanggapan oleh wartawan terkait aksi unjuk rasa mahasiswa, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan menyebut, aspirasi-aspirasi yang disampaikan perlu didengar untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan. “Aspirasi dari manapun saya siap mendengarkan dan dengan kolaborasi yang sudah kita bahas, mudah-mudahan bisa coba direalisasikan,” katanya.(mulyana)
























