SATELITNEWS.COM, SERANG—Stadion Internasional Banten (SIB) sampai saat ini masih belum dilirik investor. Meski begitu, Pemprov Banten optimis akan banyak yang berminat, mengingat potensi keuntungan dari investasi di situ cukup tinggi.
Pemprov telah menyiapkan beberapa kriteria bagi calon investor yang akan mengelola stadion itu. Salah satu kriterianya calon investor harus mempunyai dana sekitar Rp700 miliar, sebab nilai investasi di SIB itu berdasarkan perhitungan Pemprov mencapai Rp726 miliar dengan total area garapan seluas 168 hektar melalui skema bisnis KPBU.
Sport center sendiri merupakan proyek strategis khusus bidang olahraga yang bersandar internasional, digunakan untuk even nasional dan internasional selain sebagai destinasi rekreasi olahraga terbesar di Provinsi Banten yang menawarkan berbagai venue olahraga, infrastruktur pendukung serta berbagai fasilitas hiburan dan rekreasi olahraga lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya, Pj Gubernur Al Muktabar sudah membuat kriteria. Salah satunya kewajiban investor di tahun pertama adalah mulai membangun lapangan latihan, kolam renang dan parkir.
“Jadi investor tidak hanya mengelola SIB, tapi juga mempunyai kewajiban membangun sejumlah sarana dan prasarana di kawasan Sport Center,” ujarnya.
Saat ini, lahan yang tersedia di kawasan tersebut dan belum digarap yakni sekira 50 hektare yang terdiri dari bangun semua venue, mal dan lain-lain. Termasuk ada opsi untuk sirkuit.
Baca Juga: PUPR Ambil Alih Pengelolaan Stadion Internasional Banten
Ia mengatakan semua venue antara lain aquatic dan sirkuit akan dibangun investor. Termasuk infrastruktur pendukungnya seperti akses jalan. Namun, tidak termasuk pelebaran ruas Jalan Raya Serang-Pandeglang.
Sebagai kompensasinya, selain memberikan waktu 50 tahun untuk mengelola kawasan sport center yang nanti akan tertuang dalam perjanjian kerjasama. Pemprov Banten juga bakal memberikan beberapa persen ruang terbuka hijau (RTH) yang bisa para investor kembangkan.
“Yang bersifat bisnislah. Karena kalau untuk investor harus bisnis kan,” tegasnya.
Kata dia, selain menawarkan aset lahan kawasan Sport Center, Pemprov Banten juga menawarkan kebijakan pembangunan seperti kemudahan perizinan. “Banyaklah kebijakan-kebijakan pemerintah. Stadion juga sudah ada. Tinggal digunakan,” ujar Arlan.
Ia mengaku adanya pengembangan yang dilakukan investor nantinya bakal menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat. Walaupun pembangunan stadion bertaraf internasional itu dengan meminjam uang dari PT Sarana Multi Infrastruktur, tetapi akan memberikan keuntungan bagi masyarakat.
“Kalau membangunnya sekira Rp100 miliar, multiplier effect ke masyarakat bisa Rp500 miliar,” harap Arlan.
Baca Juga: Stadion Senilai Rp 874 Miliar Belum Bisa Digunakan, Begini Dalih Pemprov Banten
Ia berharap, dengan adanya investor maka pembangunan venue di kawasan Sport Center bisa dilakukan dengan cepat sekira dua sampai tiga tahun. Sementara, Pemprov Banten bakal membutuhkan waktu paling cepat 10 tahun untuk membangun Sport Center.
“Kalau dengan adanya investasi, dua tahun bisa selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkas Arlan.
Sebelumnya diberitakan, mantan Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku kesal dengan Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar karena menilai Al Muktabar tidak mengurusi SIB. WH pun menyindir Al Muktabar sebagai Penjabat Gubernur Banten yang tidak bisa mengurusi SIB apalagi membangunnya.
“Pelihara aja nggak bisa apalagi bangun,” kata Wahidin usai membuka acara pembekalan untuk caleg Nasdem di kantor DPW Partai Nasdem Provinsi Banten di Jalan Raya Pandeglang, Kota Serang, Banten, Jumat, 24 November 2023.
Wahidin mengatakan, stadion tersebut dibangun untuk memfasilitasi masyarakat Banten yang harus akan olahraga. Seharusnya sesuai dengan rencana yang dia buat ketika membangun stadion sarana prasarana penunjang stadion sudah selesai dibangun pada tahun 2023 ini.
Venue-venue untuk olahraga lain seperti basket, badminton, hingga atletik seharusnya sudah selesai dibangun pada tahun ini. Namun yang terjadi saat ini stadion seperti dibiarkan saja terbengkalai dan tidak dikelola secara maksimal.
“Ya nggak becus kelola,” katanya.
Terkait biaya pemeliharaan stadion yang mahal Wahidin mengatakan hal itu bisa dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga atau asosiasi. Aneka pembiayaan itu menurutnya sudah dihitung sejak dia memiliki rencana untuk membangun stadion dan itu bisa dilakukan.
Karena itu dia curiga tidak dikelolanya stadion bermuatan politis karena Al Muktabar akan maju di Pilgub Banten nanti. “Karena dendam politik kali. Bilangin gitu,” kata Wahidin. (luthfi/gatot)
























