SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Warga Perumahan Namara Residence, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan tempat tinggalnya tergenang air hingga 45 centimeter. Banjir itu terjadi lantaran rembesnya tanggul kali Ciledug Pamulang.
Salah warga, Nawa (30) mengatakan, peristiwa ini pertama kali ia alami setelah satu tahun tinggal di perumahan tersebut. Kata dia, banjir ini merupakan banjir terparah selama beberapa tahun belakangan.
“Saya di sini emang baru satu tahun, tahun kemarin tidak ada. Terus kalau bicara sama warga sini dan RT itu katanya terakhir banjir tahun 1984, banjir yang begini,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (7/12).
Menurut dia banjir di perumahan ini merupakan dampak dari luapan danau yang ada di belakang perumahan. Mengantisipasi banjir dihari pertama kemarin, semua barang berharga miliknya telah dievakuasi ke lantai 2.
“Banjir karena luapan dari belakang, danau. Dan ada dari aliran kali. Masuk hari kedua ini dari kemarin jam 8 malam mulai naik. Masuk ke rumah, barang-barang kita amanin ke lantai dua. Semalam warga gotong royong buat hal ini (tanggul depan pintu rumah) buat yang posisinya rumah rendah untuk menahan air,” ucapnya.
Warga pun, kata dia, saat ini hanya mengandalkan mesin penyedot yang didatangkan dari Pemerintah Kota Tangsel. Ia dan warga pun sempat membuat tanggul sementara untuk dipasang didepan pintu rumah. Namun, volume air yang terus naik tidak terlalu berpengaruh.
Baca Juga: YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta
“Sekarang ngandelin nyedot air ke luar aja. Tinggal tergantung volume air di danau, kalau disana masih tinggi ya disini bakal terus tergenang. Karena lewat selokan air ini keluar. Terhubung. Krena kan mungkin diatas tergenang di Perumahan Reni Jaya. Ya namanya sifat air makin lama cari turun yang kebawah,” ucapnya.
Pantauan di lokasi, satu buah mesin pompa air dihidupkan untuk menyedot air yang menggenang di perumahan tersebut. Nampak sejumlah warga pun tengah membersihkan sisa lumpur dan air yang masuk kedalam rumah.
“Ya paling kita koordinasi sama RT RW setempat, penanggulangannya gimana. Mungkin nanti kita juga berkoordinasi dengan pihak developer karena untuk kedepannya supaya tidak terulang lagi. Cuma kan kalau kendalanya dari danau kan tanahnya diluar, banyak pihak terkait jadi harus memang koordinasi nya juga sampai ke pemkot, dinas terkait,” ungkapnya.
“Harapannya mungkin bisa dimitigasi lagi, ga hanya dilingkungan sini aja, karena kan saya liat semalam Ada beberapa wilayah nah mungkin itu bisa dimitigasi dan diantisipasi kedepannya supaya tidak berdampak. Supaya air ini Ada jalannya, alirannya jelas,” sambungnya.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel M Faridzal Gumay membenarkan adanya banjir tersebut. Kata Gumay, selain disebabkan akibat curah hujan, banjir di lokasi ini juga dampak dari rembesnya tanggul.
“Meluapnya saluran drainase aliran kali Ciledug Pamulang dan adanya rembesan pada tanggul kali drainase,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Sesalkan Kisruh YSH-UIN Jakarta
























