SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, mengolah bambu menjadi kerajinan tangan yang beranekaragam jenis. Dari kerajinan tangan tersebut, mampu meraup keuntungan hingga mencapai belasan juta rupiah per bulan.
Kepala Desa (Kades) Tegal Maja, Iksan mengatakan, pihaknya sudah menggeluti usaha kerajinan tangan ini sejak dua tahun lalu.
Dalam proses pembuatan kerajinan tangan tersebut pihaknya memberdayakan masyarakat setempat. Adapun produk yang diproduksi yaitu berupa hampers dan rantang.
“Kita sudah ada 30 lebih jenis kerajinan tangan yang kita produksi. Bahan bahannya dari bambu dan dari tisu,” kata Iksan, Selasa (12/12/2023).
Iksan menuturkan, kerajinan tangan yang telah diproduksi sudah dijual ke berbagai daerah di Banten dan luar Banten, bahkan hingga Dubai. Untuk harga jualnya dari mulai Rp5000 perbuah sampai dengan ratusan ribu.
“Omsetnya perbulan itu per kelompoknya mencapai Rp15 juta. Jumlah kelompoknya yang serius itu ada 30 orang. Yang paling laku itu produk hampers, kaya tas dari bambu seperti menjelang natal dan tahun baru ini mencapai ribuan pcs,” ujarnya.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Iksan menuturkan bahwa permintaan dari pembeli sekarang ini cukup banyak. Sehingga pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan.
“Sumber dayanya dan Peralatan masih terbatas, sehingga kita belum bisa memenuhi permintaan yang banyak,” tuturnya.
Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, mengapresiasi terhadap Kepala Desa Tegal Maja yang telah mengajak masyarakat menjadi pengrajin anyaman bambu. Karena tentunya sangat membantu perekonomian masyarakat.
“Dari Diskoumperindag Kabupaten Serang terus mendampingi untuk meningkatkan kualitas hasil karyanya. Supaya pasarnya tidak hanya sekitar Serang saja melainkan Banten atau bahkan Ekspor,” ujarnya. (sidik)
























