SATELITNEWS, TANGSEL—Kasus covid-19 kembali muncul di Kota Tangerang Selatan. Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menyatakan sejak 29 Oktober hingga 4 November 2023, terdapat 64 kasus positif covid-19 di wilayahnya.
“Per tanggal 12 Desember 2023 terdapat 64 kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Tangerang Selatan. Ada penambahan 23 kasus dan terdapat kenaikan tujuh kasus (43,7%) dibandingkan dengan hari sebelumnya. Berdasarkan verifikasi lapangan terdapat dua orang yang menjalani perawatan di rumah sakit dan lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” ujar Allin, Rabu (13/12).
Allin menuturkan, pihaknya juga telah mengajukan permintaan vaksin covid-19 ke Dinas Kesehatan Provinsi Banten, untuk segera didistribusikan ke fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tangsel.
“Vaksin akan segera di-droping ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jenis vaksin yang dapat digunakan oleh masyarakat adalah vaksin buatan dalam negeri yakni Inavac dimana telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan POM sehingga dipastikan aman, bermutu, dan berkhasiat,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat agar melengkapi vaksinasi untuk meningkatkan kembali antibodi dalam tubuh. Menurutnya, vaksinasi dosis lengkap maupun booster bisa didapatkan secara gratis di UPTD Puskesmas, rumah sakit atau pos vaksinasi terdekat.
“Vaksinasi dosis lengkap maupun booster bisa didapatkan secara GRATIS di UPTD puskesmas, rumah sakit atau pos vaksinasi terdekat di daerah masing-masing. Cara mendapatkannya mudah, hanya perlu menunjukkan KTP atau identitas lainnya kepada petugas vaksinasi,” jelasnya.
Baca Juga: Jalankan Instruksi, Pemkab Tangerang Pilih Berlakukan WFH
Kata Allin, meskipun sudah vaksinasi secara lengkap, masyarakat perlu menerapkan protokol kesehatan terlebih saat berada ditempat umum. Namun, apabila terdapat gejala dapat segera melakukan pemeriksaan.
“Segera periksa jika ada gejala demam, batuk, pilek, sesak nafas dan kalau hasilnya positif serta tidak memerlukan perawatan di Rumah Sakit, lakukan isolasi mandiri. Tunda perjalanan ke negara atau daerah yang sedang ada peningkatan kasus tetapi kalau tidak bisa ditunda terapkan protokol kesehatan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu Pemprov Banten kembali menerapkan status waspada akan kenaikan covid-19 menyusul peningkatan kasus di wilayah DKI Jakarta. Untuk meminimalisir sebaran, Pemprov pun berencana akan kembali menggalakkan vaksinasi.
“Vaksinasi akan kami lakukan lagi,” kata Ati Pramudji Hastuti, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Rabu (13/12).
Ati mengungkapkan, saat ini fasilitas kesehatan tingkat pertama khususnya Puskesmas telah siap dengan menyediakan vaksin Covid-19 yang akan melayani masyarakat di Provinsi Banten yang akan melakukan vaksinasi Covid-19. Meski demikian, Ati tidak merinci berapa banyak jumlah vaksin yang tersedia saat ini di Puskesmas.
“Yang pasti berapa pun jumlah vaksin yang diminta oleh kabupaten kota akan kami usulkan ke Kementerian Kesehatan untuk diadakan segera,” ujarnya.
Ati meminta masyarakat Provinsi Banten melakukan vaksinasi covid-19 terutama bagi yang belum melakukan vaksin sama sekali. Sementara bagi yang sudah melakukan vaksinasi bisa melakukan booster vaksin sehingga kekebalan tubuh akan lebih jauh meningkat.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Waspadai Gelombang Baru Covid-19
Ati mengungkapkan hingga saat ini belum ada kasus positif covid-19 yang dilaporkan di wilayah Provinsi Banten. Sementara kasus suspek covid-19 dilaporkan sudah ada namun dia mengaku tidak hafal secara persis jumlahnya.
Terkait dengan penerapan protokol kesehatan, Ati mengungkapkan hingga saat ini pemerintah pusat belum memberikan instruksi agar ada pengetatan protokol kesehatan. Apalagi kasus yang ada belum menunjukkan adanya peningkatan yang sangat serius yang memerlukan penerapan khusus termasuk penerapan protokol kesehatan.
“Untuk penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker sampai saat ini belum ditekankan,” katanya.
Ati mengungkapkan secara umum sebetulnya kekebalan masyarakat terhadap virus Covid-19 sudah terbentuk baik karena sudah melakukan vaksinasi maupun karena sudah terpapar virus Covid-19. “Namun sebagai bentuk antisipasi dia meminta masyarakat untuk tetap melakukan vaksinasi Covid-19 untuk menghindari efek buruk yang ditimbulkan akibat virus yang berasal dari Wuhan Cina tersebut,” imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar. Mengingat adanya tran peningkatan kasus di wilayah Jakarta, dirinya meminta masyarakat diminta menerapkan kembali protokol kesehatan.
“Dari data setelah didalami ada indikasi termasuk indikasinya ke Covid-19. Kita lagi identifikasi penuh karena sumber data yang kita dapatkan saat ini bergerak terus. Saya akan minta secara teknis hariannya,” katanya.
Ia menerangkan, saat ini data tentang Covid-19 terhimpun dari laporan yang sedang mendapat layanan di Rumah Sakit. Dari data itu setelah didalami ada indikasi, termasuk indikasinya ke Covid-19. “Langkah kita tentu preventif, kita mengimbau dalam kesempatan tertentu sesuai keadaan agar kita menggunakan masker kalau diperlukan dalam rangka itu,” terangnya. (eko/lutfi)
























